new-normal-pai-2

Pendidikan Islam dalam Merespon Era New Normal

new-normal-pai-2

Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam (P3I) Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Studi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Webinar pada Kamis, 25 Juni 2020 dengan tema “Membaca Masa Depan Pendidikan Islam Pasca Pandemi”. Webinar #1 menghadirkan dua pemateri, di antaranya Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si (Pengamat Kebijakan Pendidikan & Dosen Prodi PAI UII) dan Gus Romzi Ahmad (Asisten Staf Khusus Presiden Gugus Tugas Pendidikan Islam dan Pesantren).

Webinar yang dimoderatori oleh Ahmad Zubaidi, S.Pd., M.Pd, (Dosen Prodi PAI UII) dihadiri oleh kurang lebih 160 peserta aktif. Para peserta terlihat antusias peserta dengan turut berbagi pertanyaan terkait learning alternative setelah pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Moh. Mizan Habibi, M.Pd.I yang dalam sambutannya memberikan penjelasan mengenai titik awal dari penyelenggaraan webinar ini. Menurutnya, pandemi covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi penyelenggaran proses pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Institusi Pendidikan Islam “dipaksa” bergerak melompat dari tradisi konvensional ke era baru yang serba digital.

Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si sebagai pemateri pertama memaparkan terkait fase-fase pendidikan sebagai berikut: 1) Pendidikan pra industri.  Era dimana pendidikan melahirkan aktor-aktor yang mampu mengarahkan perubahan masyarakat dan perubahan paradigma pendidikan dari teacher centered ke student centered; 2) Pendidikan era industri. Corak pendidikan yang banyak diorientasikan sebagai arus perubahan (agent of change); 3) Pendidikan era post-industri. Pada fase ini berkembangnya teknologi informasi mengantarkan runtuhnya lembaga-lembaga penjaga tatanan nilai; 4) Pendidikan di tengah pandemi. Pada kondisi sepereti ini pendidikan harus merespon kondisi masyarakat dalam konteks era disruption dan mengembalikan ruhnya sebagai lembaga penjaga tata nilai; 5) Pendidikan pasca pandemi. Pendidikan yang diorientasikan sebagai media bagi manusia untuk menangkap pesan-pesan kehidupan.

Sedangkan pada sesi kedua Gus Romzi Ahmad menawarkan tiga hal sebagai solusi dalam melaksanakan pendidikan pada fase new normal, diantaranya; 1) Inclusive Learning. Pendampingan kegiatan belajar mengajar (KBM) kepada selruh peserta didik; 2) Adaptability And Resilience. Lembaga pendidikan maupun stakeholders di didalamnya harus mampu memberikan wadah kepada peserta didik untuk melaksanakan online learning dan digital literacy.  Gus Romzi secara khusus memberikan pesan kepada generasi milenial, dengan dibekali Tech Savvy, Empathy, dan Flexibility (flexibility of thinking atau time) diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap proses pemulihan pendidikan.

Pesan yang disampaikan Gus Romzi dari Al-Ghazali bahwa ghayatu tholabul ‘ilmi (tujuan dari menuntut ilmu) adalah ma’rifatullah (proses memahami atau mengenal Sang Pencipta).

Di akhir acara, yang berlangsung kurang lebih dua jam, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lukman, S.Ag., M.Pd selaku dosen Prodi PAI UII. Webinar #1 ini akan dilanjutkan dengan webinar selanjutnya menyesuaikan situasi dan kondisi.  (Fath/Mzn)

pspai-konsisten-mempertahankan-akreditasi-a

PSPAI Konsisten Mempertahankan Akreditasi ‘A’

 

SLEMAN– Program Studi Pendidikan Agama Islam sukses mempertahankan akreditasi ‘A’ nya berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) nomor 3320/SK/BAN_PT/AK-PPJ/S/VI/2020, yang diterbitkan pada tanggal 10 Syawwal 1441 H/2 Juni 2020.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari cita-cita prodi yang selalu konsisten menyiapkan pendidik dan konsultan profesional dalam bidang pendidikan agama Islam yang memiliki integritas dan komitmen terhadap keunggulan kompetensi, kompetitif dan inovatif, menyiapkan lulusan yang berkompeten dalam pendidikan dan keguruan pendidikan agama Islam dengan kekhasan Credible, Capable, Confidence, Communicative dan Uswah.

Moh. Mizan Habibi, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan rasa syukurnya atas perolehan reakreditasi PSPAI, “Alhamdulillah, ini adalah hasil terbaik yang diberikan Allah untuk kita semua, dan patut disyukuri dengan amal perbuatan serta bekerja dengan sungguh sungguh untuk mencapai cita-cita prodi,” ujar Ketua PSPAI.

Selain itu, Moh. Mizan Habibi juga menceritakan proses persiapan reakreditasi yang sudah dimulai dari awal januari 2019 silam. “Proses persiapan reakreditasi PSPAI secara resmi dimulai pada bulan Januari 2019. Meskipun sebelumnya juga dilakukan persiapan melalui proses pengendalian mutu secara internal yang komponennya tidak jauh berbeda dengan komponen borang,” imbuhnya..

Tahapan-tahapan telah dilalui oleh PSPAI dengan meembentukan tim khusus persiapan reakreditasi, brainstorming untuk memahami borang, pengumpulan data, hingga simulasi penilaian borang dan review dengan para pakar. Dengan hasil review tersebut banyak masukan dan evaluasi yang dilakukan, seperti kelengkapan berkas dokumentasi, karya dosen, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut Moh. Mizan Habibi menyampaikan dengan terbitnya aturan perpanjangan otomatis, akhirnya PSPAI mengirim surat pencabutan borang dan melakukan permohonan perpanjangan otomatis kepada BAN-PT. “Alhamdulillah perpanjangan otomatis diterima dengan terbitnya sertifikat akreditasi dengan predikat A sampai tahun 2025. Hal ini kami dilakukan untuk tetap menjaga kredibilitas PSPAI sebagai prodi yang berada di lingkungan UII,” tuturnya lebih lanjut.

Atas dasar itulah PSPAI yang ingin menjadi inspirator pengembangan pendidikan dan keguruan agama Islam yang berkualitas, profesional dan kompetitif di Asia Tenggara pada tahun 2026, lebih lanjut PSPAI akan mencoba melakukan upaya untuk bisa mengajukan konversi memperoleh nilai unggul. “Sebagai tindak lanjut dari perpanjangan dengan predikat A ini, prodi akan mengajukan konversi akreditasi menjadi unggul, dengan usaha tersebut harapnnya PSPAI dapat lebih baik lagi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kreiteria Credible, Capable, Confidence, Comminicative dan Uswah,” tambahnya menegaskan. (Rizal/Mufti)

Membumikan Diskusi di Tengah Pandemi

Membumikan Diskusi di Tengah Pandemi (foto Kim Knott)

Hari ini, Kamis 14 April 2020 Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Studi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, memanfaatkan momen Work from Home (WfH) untuk berdiskusi dalam Kajian Ilmiah Pemikiran Pendidikan Islam secara rutin setiap bulan. Kali ini tema yang diangkat dalam diskusi adalah tentang Insider-Outsider dalam Penelitian Agama di Indonesia (Telaah Pemikiran Kim Knott), yang disampaikan oleh salah satu dosen muda Prodi PAI, Ahmad Zubaidi, M.Pd. Selaku pemateri Ahmad Zubaidi memantik diskusi dengan makalah yang berisi tentang kegelisahan Kim Knott dalam penelitian agama dilatar belakangi oleh adanya stagnasi metodologis dan pendekatan di kalangan akademisi maupun praktisi ketika melakukan penelitian.

Diskusi yang berlangsung selama 2 jam ini mendapatkan banyak feed back dari dewan dosen Prodi PAI yang sangat antusias sedari awal pemaparan materi hingga sesi tanya jawab. Salah satunya pertanyaan dari Mir’atun Nur Arifah, M.Pd.I, bahwa dalam sebuah penelitian agama apakah ada batasan yang membatasi atau ranah yang ridak boleh disentuh oleh peneliti, mengingat dalam agama Islam ada banyak hal yang dibahas seperti tauhid, amaliah dsb. Pertanyaan yang serupa dilontarkan oleh Dr. Drs. Ahmad Darmadji, M.Pd, terkait posisi seorang orientalis sebagai outsider yang berpartisipasi langsung dalam penelitian agama Islam misalnya. Kemudian oleh pemateri dijawab, bahwa semua bagian dari agama boleh diteliti, termasuk tauhid karena dalam penelitian akan menghasilkan sesuatu yang murni misal dianggap liberal dan sebagainya, justru yang memberikan label belum memahami dan mendalami kelompok lain. Lalu, pemateri meneruskan penjelasannya bahwa posisi orientalis dalam penelitian yaitu sebagai observer yang seharusnya menjadikan subjektifitas dan objektifitas dalam dirinya dipakai 100% tidak condong pada objektif atau subjektif saja. Jika hal itu terjadi maka penelitian itu menyalahi aturan yang ditawarkan oleh Kim Knott.

Kesimpulan dalam makalah yang disampaikan pemateri, yaitu kita dituntut untuk menjadikan keduanya (subjektifitas & objektifitas) sebagai ruh yang diberikan kepada jiwa, tidak bisa terpisahkan (partner in progress) untuk menghasilkan penelitian yang akurat dan terakui oleh berbagai kalangan dengan melalui cara-cara dalam tahapan yang sudah ada: (1) meliputi bahasa, (3) field research, (3) scientific, (4) jurnal, (5) simposium, (6) konferensi, dan (7) lain sebagainya.(Fatiha/Mufti)

Wahyudi Kusomo Nugroho, S.Kom menjelaskan tentang UII Gateway kepada mahasiswa

UII Gateway Siap Diuji Cobakan

Wahyudi Kusomo Nugroho, S.Kom menjelaskan tentang UII Gateway kepada mahasiswa

Wahyudi Kusomo Nugroho, S.Kom menjelaskan tentang UII Gateway kepada mahasiswa. (Mft)

Perkembangan teknologi di era digital ini berlangsung sangat cepat. Badan Sistem Informasi (BSI) UII sebagai Pusat Teknologi Informasi saat ini tengah mempersiapkan terwujudnya UII Gateway sebagai layanan sistem informasi terintegrasi bagi sivitas akademika di masa depan. Read more

Edi Safitri menjadi pembicara dalam Diskusi Ilmiah di Ruang Sidang FIAI,UII (Mft)

Karakter Keislaman ditanam Sejak Dini pada Proses Pembelajaran

Edi Safitri, S.Ag., M.Ag menyampaikan karakter keislaman jika diterapkan untuk proses pembelajaran

Edi Safitri, S.Ag., M.Ag menjadi pembicara dalam Diskusi Ilmiah di Ruang Sidang FIAI,UII (Mft)

Pendidikan karakter Islami merupakan bentuk kegiatan yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik dengan materi keislaman bagi generasi selanjutnya. Tujuannya adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Membahas mengenai hal tersebut Program Studi Agama Islam (PSPAI) menyelenggarakan Diskusi Ilmiyah Dosen. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 09 Rabi’ul Akhir 1440 H/17 Desember 2018 M di Ruang Sidang FIAI UII. Read more

Seluruh-Peserta-melakukan-penyusunan-RPS-yang-dipandu-oleh-Dra.-Sri-Haningsih,-M.Ag-(Mft)

Prodi PAI Menjadi Gudang Pembelajaran Berbasis CPL

Penyampaian-Cara-Penyusunan-CPL-dengan-Pemateri--Agung-Nugroho-Adi,-ST.,-MT-(Mft)

Penyampaian Cara Penyusunan RPS dengan Pemateri Agung Nugroho Adi, ST., MT. (Mft)

Setiap proses belajar memiliki pedoman pembelajaran yang lebih dikenal dengan sebutan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). RPS secara jelas dirumuskan  sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai bahan atau materi yang akan diajarkan, kegiatan belajar mengajar dan media yang digunakan, evaluasi dan sumber rujukan yang berupa buku-buku bacaan. Setiap dosen dituntut untuk mempunyai kecakapan atau keterampilan dalam menyusun RPS dan setiap dosen yang akan mengajar hendaknya mengacu pada RPS yang telah disiapkan sebelumnya. Read more

Monitoring Tugas Akhir Agar Tingkatkan Ketepatan Lulus Mahasiswa Prodi PAI

Ketua-Prodi-PAI-sebagai-pembicara-dalam-Monitoring-Tugas-Akhir-Mahasiswa

Ketua Prodi PAI sebagai pembicara dalam Monitoring Tugas Akhir Mahasiswa. (Mft)

KAPAN WISUDA? Mungkin itulah yang sering orang tua bahkan teman sendiri tanyakan ketika mahasiswa semester akhir masih ada dibangku kuliah. Mahasiswa mempunyai alasan masing-masing kenapa kuliah bisa begitu lama. Read more

Festival PAI Nasional 2018 Sukses Bentuk Generasi Unggul

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII. (ZZ)

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII. (ZZ)

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU  Kampus Terpadu UII pada Sabtu (17/11) sukses dilaksanakan. Read more

Mahasiswa PSPAI berhasil meraih juara pada PKM PTKIS 2018 di UMY

PKM PTKIS 2018 Juara Umum Membuat Bangga PSPAI

Mahasiswa PSPAI berhasil meraih juara pada PKM PTKIS 2018 di UMY

Mahasiswa PSPAI berhasil meraih juara pada PKM PTKIS 2018 di UMY

Tergabung dalam Komunitas El-Markazi. Mahasiswa Prodi PAI berhasil menyabet gelar juara umum pada Pekan Kreativitas Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta 2018. Read more

Tim Futsal Prodi PAI Raih Juara Kedua se-DIY

Tim Futsal Prodi PAI Raih Juara Kedua dalam DINAMIT 15 HMTA UPN “V” se-DIY (NnG)

Tim Futsal Prodi PAI Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil merebut juara kedua dalam acara Dinamika Anak Tambang (DINAMIT) 15 HMTA UPN “V” se-DIY di Score Futsal, Minggu (28/10/2018). DINAMIT sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta setiap tahunnya. Read more