Pentingnya Pendidikan Inklusif di Indonesia

 

Kaliurang- Dalam sejarah islam, Metode yang digunakan dalam memperlakukan peserta didik berkebutuhan khusus adalah dengan melakukan inklusifisme dimana tidak memisahkan antara peserta didik yang berkebutuhan khusus dan peserta didik non-BK dengan dasar bahwa sebaiknya pandangan seorang mukmin terhadap teman sejawat yang berkebutuhan khusus dilihat dari keimanannya bukan dari bentuk fisiknya.

Disampaikan Siska Sulistyorini, S.Pd.I., MSI. bahwa Islam menjunjung tinggi terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang termaktub dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Imbuhnya, Aksesibilitas itu mendapatkan perlakuan yang sama seperti halnya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ditunjukkan dalam memperbolehkan penyandang disabilitas untuk ikut berperang padahal perang merupakan hal yang berat bahkan bagi mereka yang tidak difabel.

Hal itu diungkapkannya dalam kegiatan Mengaji dan Mengkaji yang bertema “Pendidikan Inklusif dalam Sejarah Islam” yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu kajian rutin prodi pada Kamis (1/7) melalui Aplikasi Zoom Meeting serta Live Youtube.

Menurut Siska Sulistyorini peningkatan Pendidikan Inklusi di Indonesia masih lambat hal itu dibuktikan dengan fasilitas bagi orang berkebutuhan khusus masih kurang, penerjemah Bahasa isyarat juga masih kurang. (muf)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*