Festival PAI Nasional 2018 Sukses Bentuk Generasi Unggul

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII. (ZZ)

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII. (ZZ)

Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018 bertempat di GKU  Kampus Terpadu UII pada Sabtu (17/11) sukses dilaksanakan.

Prodi PAI sebagai penyelenggara membuka cabang lomba yakni Olimpiade Pendidikan Agama Islam, Artikel Ilmiah, Kaligrafi, dan Microteaching. Antusiasme peserta nampak terasa dengan jumlah peserta mencapai 183 orang mulai dari guru, mahasiswa hingga murid SMA atau Madrasah Aliyah.

Acara ini turut dimeriahkan oleh Malik Khidir, S.Si (Ceo Stechoq Robotika Indonesia) sebagai narasumber Sarasehan. Sarasehan bertajuk “Berkarya Untuk Bangsa : Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Rahmatan Lil’Alamin”. Sarasehan yang berlangsung ini merupakan bagian Festival Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional 2018.

Sebagai narasumber pada acara ini Malik Khidir menyampaikan berkarya ialah berkontribusi untuk bangsa sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Tips untuk berkarya yaitu niat, belajar berkarya, berkarya untuk bermanfaat bagi orang lain, dan berjamaah dalam berkarya” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa juara sejati ialah yang tetap istiqomah dalam berkarya dan karyanya tersebut untuk bekal amal di akhirat. “Berkaryalah untuk dunia, tentukan kamu mau berkarya di bidang apa,”pungkasnya.

Menurutnya hal yang terpenting dalam berkarya adalah memunculkan niat belajar agar karyanya tersebut bisa bermanfaat bagi yang lain.

Peserta FPAI Nasional 2018 Cabang Kaligrafi memulai melukis diatas kain kanvas (ZZ)

Peserta FPAI Nasional 2018 Cabang Kaligrafi memulai melukis diatas kain kanvas (ZZ)

Peserta begitu antusias dalam mengikuti sarasehan tersebut. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari peserta diantaranya bagaimana agar semakin memotivasi untuk terus berkarya sehingga bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga : Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Lukman, S.Ag., M.Pd selaku ketua panitia acara mengungkapkan, perlu merumuskan banyak hal ke depan untuk pengembangan solusi dari masalah PAI. “Masalah PAI itu terutama kalau kita mendengarkan dari murid-murid itu yang menjadi mahasiswa kami waktu SMA. Seringkali guru PAI itu ditinggal murid karena dianggap kurang menarik,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan dengan terselenggaranya acara ini. Diharapkan mampu membentuk karakter generasi bangsa yang unggul, berkarakter kuat, dan tidak mudah diombang-ambing oleh hal tidak baik. “Contoh sesungguhnya orang PAI itu nanti bisa menghasilkan murid-muridnya atau dirinya sendiri yang mendekati kualitas Rasulullah,”tambahnya. (AR/ESP/Mft)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*