Pos

Upaya PSPAI dalam Merespon Perubahan Kurikulum Perguruan Tinggi

Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag dalam penyampaiannya di Workshop“Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI dan Local Genius”. (Mufti)

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan sistem yang dianut oleh setiap Perguruan Tinggi haruslah berangsur diubah. Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan, Perguruan Tinggi perlu mengembangkan kurikulum guna menjadi upaya untuk pengembangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Read more

FGD Kurikulum dan Local Genius PSPAI

Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika dalam penyampaiannya di FGD Prodi PAI. (Mufti)

Memasuki awal tahun 2018, program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas islam Indonesia menerima Program Hibah Kompetisi (PHK) Prioritas dari Badan Pengembangan Akademik (BPA) Universitas Islam Indonesia. Salah satu aktivitasnnya adalah Forum Group Discussion (FGD) tentang perumusan local genius prodi PAI. Read more

Optimalkan Peran Kepala Madrasah PAI Adakan Workshop

Prodi PAI FIAI UII kembali berkomitmen pada peningkatan pendidikan Islam. Komitmen tersebut, salah satunya diwujudkan dengan didirakannya Madrasah Empowerment Center (MEC). Lembaga ini bertujuan untuk mensinergikan potensi UII dalam membangun pendidikan yang berkualitas di madrasah serta memperkuat fungsi manajemen madrasah dalam menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berperan sebagai pribadi-pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Read more

Suasuana Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning and Instructional Technology

PAI Kembangkan Kompetensi Pedagogis Dosen Di Kaliurang

             IMG_4657

 

Penyusunan perangkat perkuliahan dan impelemtasinya yang ideal merupakan bagian terpenting dari perwujudan catur dharma di Universitas Islam Indonesia.  Sistem perkuliahan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lingkungan belajarnya akan menghasilkan output dan outcame yang cerdas secara individu dan sosial.

Ketika era modernisasi berlari cukup cepat, maka pada saat yang sama proses pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkannya menjadi bagian dari media pembelajarannya. Landasan inilah yang mendasari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning  and Instructional Technology.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas program hibah kompetisi program studi tahun anggaran 2016 yang diperoleh program studi Pendidikan Agama Islam. Tujuannya agar dosen dalam memberikan perkuliahan dapat menggunakan variasi gaya belajar dan pemanfaatan variasi media berbasis online, khususnya bagi dosen-dosen muda”.  Papar Drs. H. AF. Junaidi, M.Ag selaku person in charge (PIC) dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, Tanggal 19 November 2016 bertempat di Griya Persada Hotel and Resort Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sengaja memilih tempat di luar kampus untuk memberikan nuansa yang berbeda kepada peserta workshop.

Peserta berjumlah 25 orang dosen yang berasal dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Islam (HI), dan Ekonomi Islam (EKIS) yang ketiganya berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI).

Dekan FIAI, Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA secara khusus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi dosen dalam hal transformasi ilmu pengetahuan harus selaras dengan perkembangan zaman.

Kegiatan Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning  and Instructional Technology ini menghadirkan pakar di bidang teknologi pembelajaran, Dr. Nurkhamimi Zainuddin (Deputy Director of Global Open Access Learnig-Immersive Technology and Quality Assurance (GOAL-ITQAN) Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai narasumber. Materi-materi yang disampaikannya juga cukup variatif, di antaranya  foreign language blended learning, sosial neetwotking tools and presentation tools, collaboration and communication tools, instructional content development tools, dan web-based blended learning platform.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi  dengan perubahan mindset berfikir yang lebih maju pula. Sistem perkuliahan di kelas tidak boleh lagi hanya mengandalkan sistem pembelajaran secara konvensional, namun harus mampu memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya dengan blanded learning”. Papar Dr. Nurkhamimi Zainuddin untuk memberikan stimulus awal kepada para peserta workshop.

Pelaksanaan workshop dilakukan dengan menggunakan integrasi tiga gaya belajar. Visual, audio, dan kinestetik. Jadi, peserta workshop tidak hanya dijamu dengan penampilan visualisasi dan penjelasan dari expert-nya saja, lebih dari itu mereka dimanjakan dengan praktik secara langsung. Karenanya, peserta di wajibkan membawa smartphone dan laptop, serta ruangan yang digunakan teraliri jaringan internet yang memadai.

Harapnnya, pasca kegiatan tersebut berlangsung dosen sebagai tenaga pendidik dapat mengembangkan kompetensi pedagogisnya. Bekal pengetahuan dan penguasaan mengenai gaya belajar, metode, dan media pembelajaran berbasis online web 2.0 dapat dijadikan pedoman untuk melakukan desain dan implementasi pembelajaran yang lebih variatif, dan efektif. Sehingga sistem perkuliahan yang dilakukan di kelas tidak lagi sekedar menggunakan sistem konvensional yang didominasi oleh media hardware, namun harus mampu berkembang dengan memanfaatkan sistem blanded learning dengan aneka software yang atraktif dan inovatif.

Dengan demikian, ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat pembelajaran dan waktu perkuliahan tidak hanya terbatas pada jumlah SKS yang ditentukan.

Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Dalam undang-undang disebutkan bahwa dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama yaitu untuk mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam hal penelitian, seorang dosen dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penulisan jurnal internasional. Hal ini untuk mendukung penilaian kualitas perguruan tinggi yang salah satu ukurannya adalah jumlah publikasi di jurnal internasional.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional dan juga dalam rangka meraih akreditasi internasional, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional.

Workshop berlangsung di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 07 Muharram 1438 H/08 Oktober 2016. Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal-jurnal internasional yang terindeks lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus serta ber-impact factor tinggi.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Untuk sesi pertama disampaikan oleh Hilman Latief, MA., Ph.D., seorang Ahli Filanthropy Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sesi kedua dilanjutkan dengan pemateri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Euis Nurlaelawati, Ph.D.

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 yang diikuti oleh dosen muda dari 3 prodi di lingkungan FIAI yakni Prodi PAI, Syari’ah (Hukum Islam), dan Ekonomi Islam. Dalam kesempatan tersebut Kang Hilman, panggilan akrab untuk pemateri pertama, menyampaikan beberapa poin penting terkait stategi untuk menembus jurnal internasional seperti Scopus, Google Scholar, Thomson, Reuters, Academia Edu, dan lain-lain.

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Strategi peningkatan publikasi yang bisa dijalankan adalah dengan menentukan target tahun depan misalnya minimal 1 prodi 3 jurnal harus terbit. Selanjutnya tradisi peer review perlu dibangun dan tidak instan. Terakhir dosen diberi waktu penuh di waktu tertentu untuk fokus riset.

Sementara itu Euis Nurlaelawati, Ph.D., lebih menekankan pada cara penulisan jurnal internasional. Beliau memaparkan tentang persyaratan suatu kajian ilmiah yang meliputi penggunaan bahasa yang tepat (diksi), pemilihan masalah yang jelas, penggunaan teknik analisis data yang sesuai, dan pengambilan dasar karya-karya ilmiah yang sesuai untuk dijadikan sebagai rujukan.