FGD Kurikulum dan Local Genius PSPAI

Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika dalam penyampaiannya di FGD Prodi PAI. (Mufti)

Memasuki awal tahun 2018, program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas islam Indonesia menerima Program Hibah Kompetisi (PHK) Prioritas dari Badan Pengembangan Akademik (BPA) Universitas Islam Indonesia. Salah satu aktivitasnnya adalah Forum Group Discussion (FGD) tentang perumusan local genius prodi PAI.  Local genius  dalam konteks pengembangan program studi dimaksudkan agar prodi studi memiliki identitas basis dan orientasi keilmuan. Sebagaimana ketika mendengar istilah “kurikulum ulil albab” yang ada dibayangan orang adalah kurikulum model UII. Tentu tidak sebatas nama/ tampak luarnya saja, namun juga nilai yang lebih mendalam.

Oleh karenanya, dalam rangka menyongsong pencapaian visi prodi PAI FIAI UII sebagai salah satu prodi inspiratif di ASEAN perlu dirumuskannya identitas dan sistem yang menjadi ruh dan keunikan prodi, khususnya dalam sebagai basis pengembangan kurikulumnya.

FGD yang diselenggarakan pada tanggal 25 April 2018 di Ruang Sidang FIAI UII menghadirkan dua narasumber utama, Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, IAI dari internal UII dan Dr. Suwadi, M.Pd., M.Ag  dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dr. Suwadi, M.Pd., M.Ag sebagai Narasumber menerima kenang-kenangan dari Prodi PAI yang diserahkan oleh Drs. H. M. Hajar Dewantoro, M.Ag

Ilya yang juga menjabat sebagai wakil rektor I UII menyebutkan bahwa secara suntantif sebenarnya prodi PAI UII sudah memiliki local genius yang dikenal dengan C4U (credible, capable, communicative, confidence, uswah). Tinggal implementasinya yang harus lebih dikembangkan. Loncatan-loncatan progresif harus termanifestasikan dalam kurikulum prodi. Kedepannya, beliau juga mengharapkan prodi PAI UII bisa menjadi salah satu pilot project program hibah Erasmus GITA dari Uni Eropa.

Baca juga : Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Di sisi lain, Suwadi yang juga banyak konsen dalam bidang pengembangan kurikulum perguruan tinggi, menawarkan perpaduan dzikir dan fikir sebagai basis nilai local genius prodi PAI UII. Beliau juga mengharapkan bisa menjadikan ulil albab  yang sudah dikenal sebagai icon UII sebagai basis nilai rumusan local genius.

 Output dari kegiatan FGD tersebut diharapkan menghasilkan rumusan local genius prodi dan roadmap penyusunan untuk menginternalisasikannya dalam pengembangan kurikulum.

 “Perumusan local genius ini penting untuk sebuah institusi. Termasuk prodi PAI UII. Harapannya ada keunikan yang bisa kita tawarkan ke masyarakat. Untuk sementara, dari hasil FGD kemarin rumusan local genius kita terangkai dalam tagline ‘profetik-tranformatif’”. Ungkap Mizan Habibi sebagai PIC acara FGD.  (Mizan/Mufti)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*