Upaya PSPAI dalam Merespon Perubahan Kurikulum Perguruan Tinggi

Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag dalam penyampaiannya di Workshop“Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI dan Local Genius”. (Mufti)

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan sistem yang dianut oleh setiap Perguruan Tinggi haruslah berangsur diubah. Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan, Perguruan Tinggi perlu mengembangkan kurikulum guna menjadi upaya untuk pengembangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Read more

FGD Kurikulum dan Local Genius PSPAI

Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika dalam penyampaiannya di FGD Prodi PAI. (Mufti)

Memasuki awal tahun 2018, program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas islam Indonesia menerima Program Hibah Kompetisi (PHK) Prioritas dari Badan Pengembangan Akademik (BPA) Universitas Islam Indonesia. Salah satu aktivitasnnya adalah Forum Group Discussion (FGD) tentang perumusan local genius prodi PAI. Read more

PAI Adakan Training Strategi Pembelajaran di Sasnupatam School, Thailand

Strategi dan media pembelajaran menjadi penting karena kedua hal tersebut menjadi komponen yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah proses pembelajaran dan mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Itulah mengapa setelah sukses melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Majlis Agama Islam Wilayah Patani, Thailand kembali mengimplementasikan kerjasamanya dalam bidang Pendidikan. Read more

PAI Tumbuhkan Semangat Berkarya Melalui Buku Ajar

Dra. Sri. Haningsih, M.Ag dalam penyampaiannya. (Mufti)

 

KALIURANG  – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses mengadakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar. Acara digelar di Ruang Sidang PSPAI, Rabu, 22 Rajab 1438 H/19 April 2017. Hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Hujair AH Sanaky, MSI (Direktur Program Pascasarjana FIAI sekaligus dosen PSPAI FIAI) dan Dra. Sri Haningsih, M.Ag (Wakil Dekan FIAI UII). Read more

Optimalkan Peran Kepala Madrasah PAI Adakan Workshop

Prodi PAI FIAI UII kembali berkomitmen pada peningkatan pendidikan Islam. Komitmen tersebut, salah satunya diwujudkan dengan didirakannya Madrasah Empowerment Center (MEC). Lembaga ini bertujuan untuk mensinergikan potensi UII dalam membangun pendidikan yang berkualitas di madrasah serta memperkuat fungsi manajemen madrasah dalam menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berperan sebagai pribadi-pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Read more

Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

 

Penelitian merupakan salah satu catur dharma Universitas Islam Indonesia. Oleh karenanya penelitian hukumnya wajib dilakukan oleh lembaga-lembaga dan program studi bawah naungan Universitas Islam Indonesia, terlebih bagi seorang dosen.

Berdasarkan evaluasi diri, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia teridentifikasi bahwa secara kuantitas hasil penelitian dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbilang cukup banyak. Hal ini mengindikasikan bahwa atmosfir penelitian di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbangun dengan baik. Hanya saja, perlu rumusan roadmap dan rencana strategis penelitian yang relevan dengan pengembangan Pendidikan Agama Islam untuk dijadikan acuan bagi setiap pelaksanaan penelitian  di program studi Pendidikan Agama Islam.

Selasa, 18 Oktober 2016, bertempat di ruang microteaching Lt. 2 Gedung Wahid Hasyim, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam menyelenggarakan workshop pemetaan cluster unggulan penelitian program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Workshop ini bertujuan untuk menyusun dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Terlebih, karena Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mempunyai visi menjadi salah satu rujukan dan pusat pengembangan pendidikan Islam, penelitian, dan pengabdian di Asia Tenggara”. Kata Supriyanto Abdi mewakili Program Studi PAI.

“Tema penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus merambah ke ranah kehidupan umat Islam secara historis, empiris, dan kontesktual. Tidak hanya berhenti pada wilayah Islam normatif-tekstual. Tema-tema penelitian program studi Pendidikan Agama Islam  harus harus menjangkau realitas kehidupan yang sesungguhnya.

Oleh karenanya, pemetaan cluster penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus berdasarkan analisa secara induktif”. Papar Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku salah satu narasumber.

Sementara itu, nasrasumber lainnya, Prof.  Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) memaparkan bahwa penyusunan rencana strategis atau roadmap penelitian Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan pemetaan disiplin keilmuan masing sumber daya manusia yang ada dan berbasis pada pendekatan kolaboratif antar dosen.

Harapan dari terselenggaranya workshop ini adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam mempunyai dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian di bidang Pendidikan Islam yang dijadikan rujukan proses penelitian.

Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Dalam undang-undang disebutkan bahwa dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama yaitu untuk mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam hal penelitian, seorang dosen dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penulisan jurnal internasional. Hal ini untuk mendukung penilaian kualitas perguruan tinggi yang salah satu ukurannya adalah jumlah publikasi di jurnal internasional.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional dan juga dalam rangka meraih akreditasi internasional, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional.

Workshop berlangsung di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 07 Muharram 1438 H/08 Oktober 2016. Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal-jurnal internasional yang terindeks lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus serta ber-impact factor tinggi.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Untuk sesi pertama disampaikan oleh Hilman Latief, MA., Ph.D., seorang Ahli Filanthropy Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sesi kedua dilanjutkan dengan pemateri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Euis Nurlaelawati, Ph.D.

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 yang diikuti oleh dosen muda dari 3 prodi di lingkungan FIAI yakni Prodi PAI, Syari’ah (Hukum Islam), dan Ekonomi Islam. Dalam kesempatan tersebut Kang Hilman, panggilan akrab untuk pemateri pertama, menyampaikan beberapa poin penting terkait stategi untuk menembus jurnal internasional seperti Scopus, Google Scholar, Thomson, Reuters, Academia Edu, dan lain-lain.

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Strategi peningkatan publikasi yang bisa dijalankan adalah dengan menentukan target tahun depan misalnya minimal 1 prodi 3 jurnal harus terbit. Selanjutnya tradisi peer review perlu dibangun dan tidak instan. Terakhir dosen diberi waktu penuh di waktu tertentu untuk fokus riset.

Sementara itu Euis Nurlaelawati, Ph.D., lebih menekankan pada cara penulisan jurnal internasional. Beliau memaparkan tentang persyaratan suatu kajian ilmiah yang meliputi penggunaan bahasa yang tepat (diksi), pemilihan masalah yang jelas, penggunaan teknik analisis data yang sesuai, dan pengambilan dasar karya-karya ilmiah yang sesuai untuk dijadikan sebagai rujukan.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi PKM pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan workshop soft skill untuk mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 di GKU Prod. dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Workshop bagi mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 ini mengangkat tema “Membangun Kreativitas Melalui PKM”.

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Workshop ini dilaksanakan mengingat penelitian dan penulisan karya ilmiyah merupakan salah satu diantara sekian banyak skill yang harus dimilki mahasiswa untuk bersaing dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan oleh Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi merupakan salah satu wahana aktualisasi soft skill mahasiswa dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, gagasan, dan juga penulisa ilmiah. Oleh karena itu, PKM menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional sehingga pengembangan soft skill mahasiswa layak terus dilakukan.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UII, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D, hadir sebagai pemateri kegiatan ini. Dalam pemaparan materi yang dimoderatori dosen Prodi PAI, Drs. A.F. Djunaidi, M.Ag., Direktur PPM UII menjelaskan skema pendanaan PKM yang saat ini mencakup bidang PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM-AI (Artikel Ilmiah), dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Untuk periode saat ini, dua program terakhir, yaitu PKM-AI dan PKM-GT saat ini Direktorat Kemahasiswaan memfasilitasi proses pengumpulan dan pengiriman dokumen secara online.

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Selain workshop soft skill, kegiatan juga diikuti dengan pengenalan dosen pembimbing ademik (DPA) kepada mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Rangkaian kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan proposal PKM oleh mahasiswa yang penulisannya dibimbing oleh dosen Prodi Pendidikan Agama Islam yang menjadi DPA mahasiswa.

Prodi PAI Mengadakan Workshop Open Journal System

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Terakreditasi dan Open Journal System (OJS) di Ruang Sidang FIAI, Selasa, 17 Dzulqa’dah 1436 H/1 September 2015. Workshop ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Al-Makin, MA., Ph.D dan Saptoni, MA. yang merupakan pengelola Al-Jami’ah, jurnal terakreditasi terbitan UIN Sunan Kalijaga.

Workshop yang dihadiri pengelola jurnal program studi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Jurnal el-Tarbawi yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam FIAI UII. Selain itu, jurnal yang terindeks di Google Scholar tersebut ditargetkan mendapat akreditasi dari DIrjen Dikti Kemenristekdikti. Workshop juga membahas pengelolaan jurnal secara daring berbasis aplikasi Online Journal System (OJS) yang saat ini menjadi indikator penilaian akreditasi Dikti.

Al-Makin, M.A., Ph.D. mengawali materi dengan menekankan pentingnya komitmen pimpinan lembaga dan pengelola jurnal. Pengelolaan jurnal menurutnya membutuhkan banyak biaya dan tenaga sehingga keseriusan dan komitmen yang tinggi menjadi kunci keberhasilan. Pengelola jurnal harus menjaga keberkalaan penerbitan dengan memperhatikan kualitas artikel yang diterima serta melalui proses peer review yang melibatkan mitra bestari. Al-Makin juga menganjurkan agar kajian pada jurnal difokuskan pada bidang yang spesifik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan komunikasi dengan penulis jurnal.

Narasumber dan Peserta Berfoto Usai Workshop Open Journal System

Narasumber dan Peserta Berfoto Usai Workshop Open Journal System

Materi terkait Online Journal System (OJS) disampaikan oleh Saptoni, M.A. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah menekankan bahwa visibilitas dan aksesibilitas terbitan berkala ilmiah di Indonesia belum baik karena belum menerapkan manajemen terbitan berkala ilmiah secara daring (online). Untuk itulah peraturan tersebut menegaskan perlunya jurnal ilmiah dikelola secara profesional dengan menggunakan aplikasi online.

Dengan menggunakan Online Journal System (OJS) sebagai platform pengelolaan, jurnal memiliki banyak keuntungan. Dalam Peraturan Dirjen Dikti disebutkan manajemen pengelolaan terbitan berkala ilmiah yang penyuntingannya dilakukan secara daring penuh berpeluang mendapat nilai 3. Resolusi dokumen PDF yang diupload jika ditampilkan dengan berciri khas dan memberikan informasi yang jelas berpeluang mendapat nilai 1.

Jurnal yang dikelola secara daring dengan optimasi maksimal sehingga dikunjungi setidaknya oleh 50 unique visitors juga berpeluang mendapat nilai hingga 4. Artinya dengan mengoptimalkan manajemen jurnal berbasis Open Journal System (OJS), terdapat peluang memperoleh setidaknya 10% syarat terakreditasi yaitu nilai minimal 70.

Open Journal System (OJS) merupakan salah satu produk yang dihasilkan Public Knowledge Project (PKP) yang juga memiliki produk lainnya untuk keperluan akademik seperti Open Conference System (OCS), Open Harvest System (OHS) dan lainnya. PKP didirikan oleh John Willinsky di University of British Columbia pada 1998. Organisasi ini kemudian dikembangkan oleh  Stanford University, Amerika Serikat dan Simon Fraser University Library, Kanada. Sejak 2005 hingga saat ini Simon Fraser University Library mengelola administrasi PKP dan produk-produk di bawahnya.

Kepala BPM Memberikan Materi pada FGD Implementasi Mutu FIAI

Fakultas Ilmu Agama Islam Mengadakan FGD Implementasi Mutu

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan focus group discussion (FGD) Implementasi Mutu di Ruang Sidang K.H. A. Wahid Hasyim, pada Rabu, 4 Dzulqa’dah 1436 H/19 Agustus 2015. Kegiatan ini merupapakan kelanjutan dari Workshop Implementasi Mutu yang telah dilakukan sebelumnya. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) unit-unit di Fakultas Ilmu Agama Islam.

Kegiatan diskusi diikuti oleh tiga program studi di Fakultas Ilmu Agama Islam, yaitu Hukum Islam, Pendidikan Agama Islam, dan Ekonomi Islam yang masing-masing diwakili kaprodi, sekprodi, dan staf. Kepala dan staf pusat-pusat yang ada di FIAI juga hadir karena merupakan bagian dari program studi.

Kepala BPM Menjadi Narasumber pada FGD Implementasi Mutu Fakultas Ilmu Agama Islam

Kepala BPM Menjadi Narasumber pada FGD Implementasi Mutu Fakultas Ilmu Agama Islam

Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII, Kariyam, S.Si., M.S. menjadi narasumber dan fasilitator FGD. Kepala BPM UII menjelaskan bahwa rencana mutu harus dibuat selengkap mungkin agar pengukuran kualitas lembaga dapat dilakukan secara komfrehensif. Salah satu masalah yang muncul jika hal ini tidak dilakukan adalah banyaknya agenda yang sudah dilakukan namun belum terekam dengan baik.

Penyusunan rencana mutu memberi manfaat untuk memantau program atau kegiatan yang sudah dan belum dilaksanakan. Kepala BPM juga menekankan bahwa rencana mutu hendaknya fleksibel sehingga dapat disesuaikan. Setelah penyampaikan materi oleh narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi masing-masing unit dan diakhiri dengan presentasi hasil diskusi serta masukan dari fasilitator.