1. Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

Dosen FIAI UII Presentasi di Internasional Conference Abu Dhabi University

Seorang akademisi dituntut untuk berkontribusi menyumbangkan pemikirannya bagi problem kemanusiaan. Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana kemudian akademisi menyikapi mereka yang memiliki kebutuhan khusus (difabel) dalam konteks pendidikan. Berkenaan dengan itu, enam (6) dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) presentasi paper di Abu Dhabi University, Uni Emirat Arab (UEA).

Mereka hadir di The International Conference on Inclusive Education: Education for Diversity. Acara berlangsung di Abu Dhabi University (Jaami’ah Abuu Dhabbiy), Abu Dhabi UEA, Selasa-Kamis 06-08 Jumadil Akhir 1437 H/15-17 Maret 2016. Salah satu presenter yaitu Dra. Sri Haningsih, M.Ag., yang mempresentasikan tentang Professional Akhmad Sholeh Dedication for Inclusive Education Development. Achmad Sholeh adalah seorang difabel alumnus FIAI UII yang sudah menjadi doktor.

Presenter lain Drs. AF Djunaidi, M.Ag., mempresentasikan tentang Resolving Mental Problems Faced by Difable Students in Inclusive Cummunity. Selanjutnya, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, MSI., presentasi tentang Volunteerism towards Successful Inclusive Education. Lalu, Lukman, S.Ag., M.Pd., presentasi tentang Resolving Learning Material Problems for Difable with Research and Development in Education.

1.Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

1. Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

Selain itu, Siska Sulistyorini, S.Pd.I., MSI., presentasi tentang Inclusive Language Class Practice at State IslamicUniversity Sunan Kalijaga Yogyakarta. Terkahir yaitu Anisah Budiwati, SHI., MSI., presentasi tentang Developing Inclusive Campus at Yogyakarta. “Semua lini (peserta dan pembicara konferensi) mendukung pendidikan inklusi. Hal ini sesuai dengan konten Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin,” ujar Sri Haningsih dalam acara yang didukung oleh The Minister of Higher Education and Scientific Research UEA tersebut.

Harapannya, ke depan UII yang berbasiskan Islam dapat berkontribusi dalam konteks pendidikan inklusi. Dalam rangka mendukung hal ini, para presenter akan diseminasi hasil konferensi di Badan Pengembangan Akademik (BPA) UII. “Paper yang kami tulis juga sangat komfrehensif dan saling melengkapi. Lebih dari itu pendidikan inklusi di UII akan diintegrasikan dengan Learning Innovation Center (LIC) Pendidikan Agama Islam (PAI) FIAI,” lanjutnya.

Keberangkatan para presenter dari FIAI UII ke Abu Dhabi sepenuhnya disponsori oleh UII. “Bagi saya (dosen baru) merasa sangat terfasilitasi. Sebab UII bisa membantu dosen-dosennya untuk berkarya go internasional,” ujar Anisah Budiwati. “Semoga bisa memberi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk ber-fastabiqul khairaat. Konferensi ini membuka cakrawala pengetahuan dosen untuk berpikir global tetapi tetap tidak meninggalkan local genius,” lanjutnya.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi PKM pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan workshop soft skill untuk mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 di GKU Prod. dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Workshop bagi mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 ini mengangkat tema “Membangun Kreativitas Melalui PKM”.

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Workshop ini dilaksanakan mengingat penelitian dan penulisan karya ilmiyah merupakan salah satu diantara sekian banyak skill yang harus dimilki mahasiswa untuk bersaing dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan oleh Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi merupakan salah satu wahana aktualisasi soft skill mahasiswa dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, gagasan, dan juga penulisa ilmiah. Oleh karena itu, PKM menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional sehingga pengembangan soft skill mahasiswa layak terus dilakukan.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UII, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D, hadir sebagai pemateri kegiatan ini. Dalam pemaparan materi yang dimoderatori dosen Prodi PAI, Drs. A.F. Djunaidi, M.Ag., Direktur PPM UII menjelaskan skema pendanaan PKM yang saat ini mencakup bidang PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM-AI (Artikel Ilmiah), dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Untuk periode saat ini, dua program terakhir, yaitu PKM-AI dan PKM-GT saat ini Direktorat Kemahasiswaan memfasilitasi proses pengumpulan dan pengiriman dokumen secara online.

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Selain workshop soft skill, kegiatan juga diikuti dengan pengenalan dosen pembimbing ademik (DPA) kepada mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Rangkaian kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan proposal PKM oleh mahasiswa yang penulisannya dibimbing oleh dosen Prodi Pendidikan Agama Islam yang menjadi DPA mahasiswa.

Munif Chatib Menyampaikan Materi di Hadapan Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar seminar nasional “Bahagia Menjadi Gurunya Manusia” pada Selasa, 12 Januari 2016. Seminar nasional ini dilaksanakan di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir berkat kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI).

Munif Chatib Memberikan Penjelasan kepada Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Munif Chatib Memberikan Penjelasan kepada Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia menghadirkan Munif Chatib sebagai salah satu narasumber. Munif Chatib merupakan penulis sejumlah buku best seller seperti Gurunya Manusia, Sekolahnya Manusia, dan Orangtuanya Manusia. Ia juga adalah pendiri dan pimpinan SMA School of Human (SOH). Kehadirannya dalam seminar ini berhasil menyedot perhatian peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, dan pegiat pendidikan di Yogyakarta.

Munif Chatib menyampaikan materi mengenai langkah-langkah mendidik yang mengedepankan nilai memanusiakan manusia. Menurutnya terdapat sejumlah hal yang harus dibuka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal, diantaranya bintang atau inspirasi bagi semangat anak didik. Konsep bintang ini menjadi renungan bagi peserta tetapi juga motivasi untuk lebih serius mengaktualisasikan nilai memanusiakan manusia dalam proses pendidikan yang diberikan kepada siswa. Tanpa pemahaman bahwa bahwa setiap anak adalah bintang maka pendidik akan kesulitan mengembangkan potensi siswa.

Munif Chatib dan Agus Inspirator Menerima Cindera Mata Usai Tampil Sebagai Narasumber Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Munif Chatib dan Agus Inspirator Menerima Cindera Mata Usai Tampil Sebagai Narasumber Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Narasumber lainnya dalam Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia adalah Agus Inspirator. Alumni Fakultas Tarbiyah UII, saat ini Prodi PAI FIAI UII, ini merupakan guru Sekolah Luar Biasa yang juga motivator tunanetra. Agus  pernah mendapatkan beasiswa leadership camp di Osaka, Jepang dan berhasil membawa band asuhannya mendapatkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) sebagai band tunanetra termuda di Indonesia.

Alumni Fakultas Tarbiyah Berikan Training Karakter Islami

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Training Pembentukan Karakter Islami untuk pimpinan fakultas, dosen, dan karyawan. Training bertajuk “Karakter Islami, Kunci Integritas dan Kualitas” ini menghadirkan K.H. Ridwan Muhammad Yusuf sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Gedung K.H. A. Wahid Hasyim, Sabtu, 21 Dzulqa’dah 1436 H/05 September 2015 dengan moderator Samsul Zakaria S.Sy.

K.H. Ridwan Muhammad Yusuf membuka training dengan mengingatkan pentingnya sifat ikhlas dan tawadhu’ dalam kehidupan. “Orang besar adalah dia yang ngajar ngaji di surau kecil,” tuturnya mengilustrasikan ketulusan seorang yang beramal bukan untuk popularitas.. Dalam materinya, ia juga mengajak peserta untuk merenungi makna hidup. Baginya, iqra’ yang merupakan perintah pertama dan utama itu lebih kepada reading the unwritten (membaca yang tidak tertulis).

Ridwan Muhammad Yusuf Berfoto Bersama Mahasiswa PAI Usai Training Karakter Islami

Ridwan Muhammad Yusuf Berfoto Bersama Mahasiswa PAI Usai Training Karakter Islami

Allah telah menghamparkan ayat-ayat-Nya secara luas di bumi ini. Manusia diminta untuk berdialog, membaca, dan memaknai ayat-ayat tersebut. Dengan mayat sekalipun manusia diminta untuk belajar. “Learn to life and learn to die too,” ujarnya dalam acara yang dihadiri dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa FIAI tersebut.

Ridwan MY mengingatkan akan kepastian dari kehidupan manusia. Kehidupan ini ibarat pesawat, manusia sedang dalam kondisi “take off”. “Setinggi-tingginya take off pasti akan landing juga,” tuturnya. Kalau sudah belajar take off dengan baik maka semestinya terus belajar untuk landing dengan baik juga.

Dengan demikian maka manusia dapat terus mempersiapkan diri. Caranya dengan menyadari kesalahan dan berupaya mentaubatinya. Kalau manusia benar-benar mengerti tidak akan takut mati. Sebab kematian justru menjadi dambaan. “Al-Mautu huwa al-muna,” tutupnya.

K.H. Ridwan Muhammad Yusuf adalah salah satu alumni Fakultas Tarbiyah UII, kini Program Studi Pendidikan Agama Islam FIAI UII, yang telah menjadi trainer nasional dan internasional. Selain aktif memberi training, ia juga telah menerbitkan beberapa buku. Diantaranya, Human Soul Interference, Sang Motivator Sejati, Saafir, Meraih Sejuta Bintang, Laroiba: No Doubt, dan High Impact Carrier. Buku-buku karangannya tersebut menjadi bahan penting dalam training-nya.

Prodi PAI Mengadakan Workshop Open Journal System

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Terakreditasi dan Open Journal System (OJS) di Ruang Sidang FIAI, Selasa, 17 Dzulqa’dah 1436 H/1 September 2015. Workshop ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Al-Makin, MA., Ph.D dan Saptoni, MA. yang merupakan pengelola Al-Jami’ah, jurnal terakreditasi terbitan UIN Sunan Kalijaga.

Workshop yang dihadiri pengelola jurnal program studi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Jurnal el-Tarbawi yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam FIAI UII. Selain itu, jurnal yang terindeks di Google Scholar tersebut ditargetkan mendapat akreditasi dari DIrjen Dikti Kemenristekdikti. Workshop juga membahas pengelolaan jurnal secara daring berbasis aplikasi Online Journal System (OJS) yang saat ini menjadi indikator penilaian akreditasi Dikti.

Al-Makin, M.A., Ph.D. mengawali materi dengan menekankan pentingnya komitmen pimpinan lembaga dan pengelola jurnal. Pengelolaan jurnal menurutnya membutuhkan banyak biaya dan tenaga sehingga keseriusan dan komitmen yang tinggi menjadi kunci keberhasilan. Pengelola jurnal harus menjaga keberkalaan penerbitan dengan memperhatikan kualitas artikel yang diterima serta melalui proses peer review yang melibatkan mitra bestari. Al-Makin juga menganjurkan agar kajian pada jurnal difokuskan pada bidang yang spesifik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan komunikasi dengan penulis jurnal.

Narasumber dan Peserta Berfoto Usai Workshop Open Journal System

Narasumber dan Peserta Berfoto Usai Workshop Open Journal System

Materi terkait Online Journal System (OJS) disampaikan oleh Saptoni, M.A. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah menekankan bahwa visibilitas dan aksesibilitas terbitan berkala ilmiah di Indonesia belum baik karena belum menerapkan manajemen terbitan berkala ilmiah secara daring (online). Untuk itulah peraturan tersebut menegaskan perlunya jurnal ilmiah dikelola secara profesional dengan menggunakan aplikasi online.

Dengan menggunakan Online Journal System (OJS) sebagai platform pengelolaan, jurnal memiliki banyak keuntungan. Dalam Peraturan Dirjen Dikti disebutkan manajemen pengelolaan terbitan berkala ilmiah yang penyuntingannya dilakukan secara daring penuh berpeluang mendapat nilai 3. Resolusi dokumen PDF yang diupload jika ditampilkan dengan berciri khas dan memberikan informasi yang jelas berpeluang mendapat nilai 1.

Jurnal yang dikelola secara daring dengan optimasi maksimal sehingga dikunjungi setidaknya oleh 50 unique visitors juga berpeluang mendapat nilai hingga 4. Artinya dengan mengoptimalkan manajemen jurnal berbasis Open Journal System (OJS), terdapat peluang memperoleh setidaknya 10% syarat terakreditasi yaitu nilai minimal 70.

Open Journal System (OJS) merupakan salah satu produk yang dihasilkan Public Knowledge Project (PKP) yang juga memiliki produk lainnya untuk keperluan akademik seperti Open Conference System (OCS), Open Harvest System (OHS) dan lainnya. PKP didirikan oleh John Willinsky di University of British Columbia pada 1998. Organisasi ini kemudian dikembangkan oleh  Stanford University, Amerika Serikat dan Simon Fraser University Library, Kanada. Sejak 2005 hingga saat ini Simon Fraser University Library mengelola administrasi PKP dan produk-produk di bawahnya.

Kepala BPM Memberikan Materi pada FGD Implementasi Mutu FIAI

Fakultas Ilmu Agama Islam Mengadakan FGD Implementasi Mutu

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan focus group discussion (FGD) Implementasi Mutu di Ruang Sidang K.H. A. Wahid Hasyim, pada Rabu, 4 Dzulqa’dah 1436 H/19 Agustus 2015. Kegiatan ini merupapakan kelanjutan dari Workshop Implementasi Mutu yang telah dilakukan sebelumnya. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) unit-unit di Fakultas Ilmu Agama Islam.

Kegiatan diskusi diikuti oleh tiga program studi di Fakultas Ilmu Agama Islam, yaitu Hukum Islam, Pendidikan Agama Islam, dan Ekonomi Islam yang masing-masing diwakili kaprodi, sekprodi, dan staf. Kepala dan staf pusat-pusat yang ada di FIAI juga hadir karena merupakan bagian dari program studi.

Kepala BPM Menjadi Narasumber pada FGD Implementasi Mutu Fakultas Ilmu Agama Islam

Kepala BPM Menjadi Narasumber pada FGD Implementasi Mutu Fakultas Ilmu Agama Islam

Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII, Kariyam, S.Si., M.S. menjadi narasumber dan fasilitator FGD. Kepala BPM UII menjelaskan bahwa rencana mutu harus dibuat selengkap mungkin agar pengukuran kualitas lembaga dapat dilakukan secara komfrehensif. Salah satu masalah yang muncul jika hal ini tidak dilakukan adalah banyaknya agenda yang sudah dilakukan namun belum terekam dengan baik.

Penyusunan rencana mutu memberi manfaat untuk memantau program atau kegiatan yang sudah dan belum dilaksanakan. Kepala BPM juga menekankan bahwa rencana mutu hendaknya fleksibel sehingga dapat disesuaikan. Setelah penyampaikan materi oleh narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi masing-masing unit dan diakhiri dengan presentasi hasil diskusi serta masukan dari fasilitator.

Mahasiswa PAI Ikuti ISUM 2015 di Manila

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) kembali berpartisipasi dalam even internasional. Kosim Noorseha, mahasiswa angkatan 2012 terpilih untuk mengikuti International Smart Up Meetings (ISUM) di Manila, Filipina, pada 23-24 Ramadhan 1436 H/10-11 Juli 2015.

Kosim Noorseha Berfoto dengan Latar Belakang Arena Kegiatan di ISUM 2015 di Manila

Kosim Noorseha Berfoto dengan Latar Belakang Arena Kegiatan di ISUM 2015 di Manila

“Tahun ini saya mempunyai impian yang sangat kuat untuk go abroad,” ujarnya. Keinginannya tersebut terwujud ketika berpartisipasi dalam ISUM yang diikuti oleh peserta lain dari Kenya, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, Filiphina, Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Hongkong.

ISUM adalah acara yang mempertemukan investor, entrepreneur, dan pelajar untuk berbagi ilmu tentang bagaimana cara memulai maupun mengembangkan bisnis. Pembicara dalam acara tersebut diantaranya adalah Toni Abad. Dia adalah CEO, TradeAdvisors, Paris de I’Etraz, Managing Director, dan IE Venture Lab.

Selain itu ada diskusi panel yang diisi oleh Trung Dung, Founder iCare Benefits; Bill Yuen, Founder, Entrepreneur HK; Jacqueline van den Ende, founder Lamudi Phillippines; Marco Villa, Co-founder Italian Angels for Growth; dan Peter Tay, chairman, TPS Group Singapore.

Kosim Noorseha bersama Salah Satu Narasumber Kegiatan di ISUM 2015 di Manila

Kosim Noorseha bersama Salah Satu Narasumber Kegiatan di ISUM 2015 di Manila

Event tersebut diikuti oleh Kosim berdasarkan informasi dari rekannya. Setelah itu Qosim membuat application untuk apply. “Alhamdulillah dua hari setelahnya ada balasan e-mail. Sehingga saya berkesempatan mengikuti conference di philipines,” tuturnya.

Kosim memiliki kutipan menarik setelah mengikuti konferensi tersebut. “Trust yourself, this is the biggest gift you can give to your self,” ungkapnya. Selebihnya, Kosim merasa bahwa acara tersebut luar biasa, membuka networking, dan dapat mengetahui budaya bangsa lain.

Hidayatul Mabrur Memberikan Materi dalam Studium Generale Mahasiswa Baru Angkatan 2014

Studium Generale Mahasiswa Baru Angkatan 2014

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI)  Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan studium generale untuk mahasiswa baru angkatan 2014. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Peran Sarjana Pendidikan Islam Menyongsong Pasar Bebas Asen 2015’ dan dilaksanakan di Auditorium Gedung K.H. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Senin, 8 September 2014.

Stadium generale mahasiswa baru kali ini menghadirkan Hidayatul Mabrur, S.Pd.I. sebagai narasumber. Mabrur, demikian ia biasa disapa, adalah alumni Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI UII yang pernah menjadi peserta Indonesia Mengajar. Dalam penyampaiannya, Mabrur mengatakan peran guru sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia khususnya di daerah pedalaman. Menurutnya pendidikan di pedalaman jauh tertinggal dari wilayah perkotaan salah satunya karena keterbatasan informasi.

Lebih lanjut Mabrur menekankan bahwa aset yang paling penting dalam pembangunan bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang baik sebagai model pembangunan ini menurutnya dapat dibentuk oleh guru-guru yang baik juga. Karenanya guru memiliki peran yang penting dalam proses pendidikan dan karenanya para mahasiswa baru Prodi Pendidikan Agama Islam memiliki peluang besar di masa mendatang.

Studium generale ini bersifat wajib dan diikuti oleh mahasiswa baru Prodi Pendidikan Agama Islam. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa dengan sejumlah informasi akademik yang penting bagi proses pendidikan selama menjadi mahasiswa. Selain itu, kegiatan stadium generale dengan menghadirkan narasumber berpengalaman semacam ini diharapkan memberikan semangat agar mahasiswa bersungguh-sungguh dalam belajar dan meraih cita-cita.

Suasana Penyerahan Mahasiswa PPL II di SMA UII

49 Mahasiswa Prodi PAI Ikuti PPL II

49 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester ini mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di beberapa sekolah yang menjadi mitra kerjasama Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia. Para mahasiswa ini dibagi dalam lima kelompok dan didampingi oleh masing-masinng dosen pembimbing. Kelompok I diterjunkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) UII yang berada di jalan Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul Yogyakarta, Senin 11 Agustus 2014.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam (P3I) FIAI UII mengkoordinasikan berbagai hal terkait praktik pengalaman lapangan tahap kedua ini. Peserta PPL II kelompok pertama didampingi oleh dosen pembimbing Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si. Secara simbolis penyerahan kelompok ini di SMA UII dilakukan oleh Wakil Dekan FIAI UII, Dra. Sri Haningsih, M.Ag. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh Ketua Program Studi PAI, Dr. Drs. Muhammad Idrus, S.Psi., M.Pd dan Kepala P3I Dr. Hujair AH Sanaky, MSI. Kepala sekolah SMA UII, Sumaryatin, S.Pd, M.Pd., menerima secara langsung para mahasiswa kelompok ini.

Kepala SMA UII, Sumaryatin, menyampaikan sambutan penerimaan para mahasiswa praktik. Ia menyeatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya merupakan bagian dari keluarga besar UII. Pendidiriannya juga dimotori oleh FIAI UII sehingga kehadiran mahasiswa Prodi PAI dalam rangka melaksanakan praktik merupakan kebahagiaan baginya. Sumaryatin juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan langsung mempraktikan ilmu menjadi guru kelas, guru piket, tata usaha, pustakawan, dan guru pembimbing konseling selama melaksanakan PPL II. Guru menurutnya diambil dari gabungan dua kata yaitu digugu dan ditiru. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa PPL harus mampu menjaga kualitas, disiplin dan menyesuaikan diri dalam melaksanakan PPL II dengan penuh tanggung jawab.

Dosen pembimbing, Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si., menyebutkan bahwa kurikulum Prodi PAI FIAI UII melalui salah satu mata kuliahnya telah mulai mengadopsi aplikasi kurikulum 2013. Melalui adopsi kurikulum 2013 ini, disain pembelajaran lebih berorientasi pada latihan langsung. Aden Wijdan mengakui bahwa sampai saat ini sumber belajar kurikulum 2013 yaitu buku wajib pegangan guru dan siswa belum diterima sekolah-sekolah. Namun Prodi PAI FIAI UII sudah mendisain proses pembelajaran dengan latihan langsung agar sesuai dengan tuntutan kurikulum yang baru.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam FIAI UII juga menempatkan kelompok PPL II lainnya di MAN Yogyakarta I, MAN Yogyakarta II, MAN Maguwoharjo Yogyakarta, dan MAN Pakem. PPL II merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Prodi PAI FIAI untuk mengasah kemampuan mengajar di lapangan sesuai dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. Mata kuliah ini juga menggembleng mental mahasiswa dengan target mereka nantinya menjadi lulusan yang siap untuk menjadi guru sesuai dengan standar kependidikan yang ditetapkan pemerintah.