PAI Adakan Evaluasi KBM dan Layanan

 

KALIURANG – Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kampus dipengaruhi oleh pelayanan kampus terhadap mahasiswa, baik pelayanan dalam bidang akademik maupun non akademik. Untuk mewujudkan kepuasan pelayanan terhadap mahasiswa, universitas harus bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Selain itu, pihak universitas juga harus mampu menjalin interaksi yang baik antar civitas akademikanya. Komunikasi dua arah menjadi penting untuk memperoleh saran dan kritik yang membangun.

Read more

Optimalkan Peran Kepala Madrasah PAI Adakan Workshop

Prodi PAI FIAI UII kembali berkomitmen pada peningkatan pendidikan Islam. Komitmen tersebut, salah satunya diwujudkan dengan didirakannya Madrasah Empowerment Center (MEC). Lembaga ini bertujuan untuk mensinergikan potensi UII dalam membangun pendidikan yang berkualitas di madrasah serta memperkuat fungsi manajemen madrasah dalam menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berperan sebagai pribadi-pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Read more

UII Raih Penghargaan Lewat Aplikasi Thehelper.com

Fatma Adilla adalah Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Youth Excursion di Malaysia. Acara dengan tema “Learn from the Expert What Business Leader Need to Know” tersebut diadakan pada Senin-Kamis, 9-12 Jumadil Ula 1438 H/6-9 Februari 2017.

Dosen UII Raih Best Paper and Presenter di Mekkah

 

Siska Sulistyiorini, S.Pd.I., M.Pd.I., menorehkan prestasi membanggakan dalam konferensi internasional di Mekkah sebagai best paper dan sekaligus best presenter. Konferensi diadakan di Mekkah Al-Mukarramah Concorde Hotel, Selasa-Rabu, 24-25 Rabi’ul Akhir 1438 H/23-24 Januari 2017. Read more

Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

 

Penelitian merupakan salah satu catur dharma Universitas Islam Indonesia. Oleh karenanya penelitian hukumnya wajib dilakukan oleh lembaga-lembaga dan program studi bawah naungan Universitas Islam Indonesia, terlebih bagi seorang dosen.

Berdasarkan evaluasi diri, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia teridentifikasi bahwa secara kuantitas hasil penelitian dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbilang cukup banyak. Hal ini mengindikasikan bahwa atmosfir penelitian di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbangun dengan baik. Hanya saja, perlu rumusan roadmap dan rencana strategis penelitian yang relevan dengan pengembangan Pendidikan Agama Islam untuk dijadikan acuan bagi setiap pelaksanaan penelitian  di program studi Pendidikan Agama Islam.

Selasa, 18 Oktober 2016, bertempat di ruang microteaching Lt. 2 Gedung Wahid Hasyim, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam menyelenggarakan workshop pemetaan cluster unggulan penelitian program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Workshop ini bertujuan untuk menyusun dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Terlebih, karena Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mempunyai visi menjadi salah satu rujukan dan pusat pengembangan pendidikan Islam, penelitian, dan pengabdian di Asia Tenggara”. Kata Supriyanto Abdi mewakili Program Studi PAI.

“Tema penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus merambah ke ranah kehidupan umat Islam secara historis, empiris, dan kontesktual. Tidak hanya berhenti pada wilayah Islam normatif-tekstual. Tema-tema penelitian program studi Pendidikan Agama Islam  harus harus menjangkau realitas kehidupan yang sesungguhnya.

Oleh karenanya, pemetaan cluster penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus berdasarkan analisa secara induktif”. Papar Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku salah satu narasumber.

Sementara itu, nasrasumber lainnya, Prof.  Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) memaparkan bahwa penyusunan rencana strategis atau roadmap penelitian Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan pemetaan disiplin keilmuan masing sumber daya manusia yang ada dan berbasis pada pendekatan kolaboratif antar dosen.

Harapan dari terselenggaranya workshop ini adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam mempunyai dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian di bidang Pendidikan Islam yang dijadikan rujukan proses penelitian.

Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Dalam undang-undang disebutkan bahwa dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama yaitu untuk mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam hal penelitian, seorang dosen dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penulisan jurnal internasional. Hal ini untuk mendukung penilaian kualitas perguruan tinggi yang salah satu ukurannya adalah jumlah publikasi di jurnal internasional.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional dan juga dalam rangka meraih akreditasi internasional, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional.

Workshop berlangsung di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 07 Muharram 1438 H/08 Oktober 2016. Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal-jurnal internasional yang terindeks lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus serta ber-impact factor tinggi.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Untuk sesi pertama disampaikan oleh Hilman Latief, MA., Ph.D., seorang Ahli Filanthropy Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sesi kedua dilanjutkan dengan pemateri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Euis Nurlaelawati, Ph.D.

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 yang diikuti oleh dosen muda dari 3 prodi di lingkungan FIAI yakni Prodi PAI, Syari’ah (Hukum Islam), dan Ekonomi Islam. Dalam kesempatan tersebut Kang Hilman, panggilan akrab untuk pemateri pertama, menyampaikan beberapa poin penting terkait stategi untuk menembus jurnal internasional seperti Scopus, Google Scholar, Thomson, Reuters, Academia Edu, dan lain-lain.

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Strategi peningkatan publikasi yang bisa dijalankan adalah dengan menentukan target tahun depan misalnya minimal 1 prodi 3 jurnal harus terbit. Selanjutnya tradisi peer review perlu dibangun dan tidak instan. Terakhir dosen diberi waktu penuh di waktu tertentu untuk fokus riset.

Sementara itu Euis Nurlaelawati, Ph.D., lebih menekankan pada cara penulisan jurnal internasional. Beliau memaparkan tentang persyaratan suatu kajian ilmiah yang meliputi penggunaan bahasa yang tepat (diksi), pemilihan masalah yang jelas, penggunaan teknik analisis data yang sesuai, dan pengambilan dasar karya-karya ilmiah yang sesuai untuk dijadikan sebagai rujukan.

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

PAI UII Sukses Adakan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) II

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Didampingi Burhan Nudin, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Didampingi Burhan Nudin, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Sebanyak 122 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di beberapa sekolah/madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PPL dilakukan selama 2 bulan, terhitung mulai Senin, 27 Syawwal 1437 H/1 Agustus 2016-Jumat, 28 Dzulhijjah 1437 H/30 September 2016.

PPL II adalah bagian penting dari kurikulum Prodi PAI. Dengan PPL II tersebut mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang didapatkan di kelas (PPL I) dalam mengajar. Pelaksanaan PPL II diawali dengan pembekalan mahasiswa, penerjunan, penarikan, dan responsi serta pertanggungjawaban/laporan kegiatan PPL II oleh praktikan (peserta praktik) kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Secara spesifik, PPL II PAI bertujuan untuk mewujudkan terciptanya guru/tenaga kependidikan yang memiliki nilai dan sikap serta pengetahuan dan keterampilan sebagai tenaga professional kependidikan. Sementara itu, lokasi PPL II adalah sekolah/madrasah yang sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prodi PAI.

Dosen Prodi PAI, Siska Sulistiyorini, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Dosen Prodi PAI, Siska Sulistiyorini, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

 

Mahasiswa PPL II Prodi PAI UII resmi ditarik dari 12 Madrasah dan 1 Sekolah pada akhir September 2016. Kedua belas madrasah dan satu sekolah tersebut adalah: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Yogyakarta, MAN III Yogyakarta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) I Yogyakarta, MAN Maguwoharjo, MTsN Maguwoharjo, MAN Pakem, MTsN Pakem, MAN Tempel, MTsN Tempel, MTsN Babadan Baru, MTsN Sleman Kota, MTs Pandanaran, dan Sekolah Menengan Atas (SMA) UII.

Banyak mahasiswa yang bersyukur dan sangat senang mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang tidak didapatkan di kampus selama menjalani PPL II. “Mengajar nyata adalah saat bertemu dengan banyak siswa-siswi,” tuturnya. Dalam PPL ini diajarkan bagaimana seorang guru dapat mengkondisikan siswa dan suasana kelas.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Drs. Muzhofar Akhwan, M.A.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Drs. Muzhofar Akhwan, M.A.

 

Sebelum mengajar peserta PPL harus menyiapkan RPP (Rencana Persiapan Pembelajaran). Sebab dariperumusan tujuan pembelajaran, materi pokok pembelajaran, strategi, dan media pembelajaran itu sangatlah penting dalam proses mengajar. Dengan pola tersebut materi dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam proses PPL II tersebut, selain mengajar mahasiswa juga dilibatkan dalam praktik persekolahan seperti di Perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kegiatan ekstrakulikuler, bimbingan konseling, kegiatan HUT RI, dan Lomba Sekolah Sehat. Rasa haru, sedih, senang menjadi satu pada saat penarikan PPL. Kedekatan para guru karyawan dan siswa-siswa menjadikan mahasiswa berat meninggalkan sekolah. Warga sekolah selalu menyambut mahasiswa PPL dengan hangat dan memberi bimbingan/pengarahan untuk menjadi guru yang professional.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag. dan Supriyanto Abdi, S.Ag., M.C.E.A.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag. dan Supriyanto Abdi, S.Ag., M.C.E.A.

 

Pihak Madrasah/Sekolah Mitra juga sangat mengapresiasi mahasiswa yang membantu meringankan beban disekolah, terutama dalam administrasi dan IT. Pihak sekolah berharap kerjasama berlanjut. Tidak hanya PPL melainkan kerjasama di bidang lain.

Lebih lanjut, beberapa sekolah menginginkan adanya berbagai macam kegiatan training atau workshop tentang bagaimana meningkatkan manajemen dan pengembangan madrasah yang selama ini dirasa kurang optimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi. Hal tersebut tentu menjadi masukan penting untuk pola kerjasama selanjutnya.

Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., bersama Dekan Kulliyyatul Adab Universitas Canal Swes Ismailiyyah, Mesir.

Dosen PAI Raih Beasiswa Shortcourse di Mesir

Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., adalah Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang tahun ini mendapatkan beasiswa (scholarship/minhah diraasiyyah) untuk shortcourse selama 3 bulan di Kairo, Mesir. Beasiswa diraih dari M. Amin Rais Foundation & Budi Mulia Dua.

2.Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Seusai Sholat Idul Adha Selama Mengikuti Shortcourse di Mesir

2. Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Seusai Sholat Idul Adha Selama Mengikuti Shortcourse di Mesir

Sebagaimana visa yang diperoleh dari pemerintah Mesir, Supriyano Pasir akan tinggal di Mesir mulai 04 Sya’ban/09 Juni-05 Dzulhijjah 1437 H/07 September 2016 atau kurang lebih 3 bulan. Selama di Mesir ia belajar agama dengan Syaikh al-Azhar, al-Ustadz Dr. Ahmad Abdul Aziz tentang hadhaarah Islaamiah (peradaban Islam). “(Selain itu dengan) al-Ustadz Dr. Rif’at Fauzi Abdil Muthallib tentang Hadits dan Ulumul Hadits,” tutur Pengasuh Pesantren Tahtas Sama’ tersebut.

Disamping itu, ia mendalami Bahasa Arab dan tsaqaafah (budaya) Mesir di Markaz Neil yang terletak di Hayy Sabi’, Madinah Nasr, Cairo. Disamping mengikuti shortcourse, ia juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu. “Alhamdulillah saya diminta mengajar mahasiswa Malaysia alumni Darul Qur’an. Mengajar mereka Ulumul Hadits di Syubro, Cairo,” tutur doktor yang akrab disapa Ustadz Pasir tersebut.

3.Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Mengunjungi Lokasi Bersejarah di Sela-sela Mengikuti Shortcourse di Kairo, Mesir

3. Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Mengunjungi Lokasi Bersejarah di Sela-sela Mengikuti Shortcourse di Kairo, Mesir

Setelah tinggal selama 2 bulan di Mesir, Ustadz Pasir merasa bahwa sebenarnya kajian keislaman di UII tidak kalah bagus. Namun perlu keterlibatan lebih banyak dosen UII. “Seperti di Universitas al-Azhar, yang memegang kajian di sana adalah dosen al-Azhar,” tutur Pengajar Geriatric Club Budi Mulya Dua tersebut. Dengan demikian, manhaj (pijakan) Islam UII yang moderat dapat disimpulkan melalui aktivitas ilmiah para dosennya.

1. Beberapa Dosen Prodi PAI Saat Penarikan Mahasiswa PPL Internasional Sekaligus Presentasi di FTU, Thailand

PAI FIAI Sukses Jalankan PPL Internasional

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Malaysia dan Thailand sudah kembali ke Indonesia. Berbagai cerita menarik dan pengalaman akademik yang tidak terlupakan bagi mahasiswa menjadi bagian penting dari proses PPL tersebut.

Sebelumnya, di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 25 Syawwal 1437 H/30 Juli 2016, Wakil Rektor I UII Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., melepas secara resmi keberangkatan mahasiswa. Sebanyak 4 (empat) mahasiswa melaksanakan PPL di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia. Mereka terdiri dari Andri Setiawan, Fatihatul Muthmainah, Ulufi Khasanah, dan Nisa Havidza.

Sementara itu 11 (sebelas) mahasiswa lain diberangkatkan ke daerah Pattani, Thailand untuk mengajar di lembaga-lembaga/sekolah-sekolah yang ada di sana. Mereka terdiri dari; Andi Mustafa H, Nur Azizah, Anas Ahmad Rahman, Hermansyah, Rico Setya Priatama, Wahyuddin Luthfi, Sarah Sabilah, Kurnia Alifiani, Dwi Nur Rachmawati, dan Siti Nur Chanifah.

Setelah melakukan PPL selama kurang lebih 1 bulan, Selasa, 27 Dzulqa’dah 1437 H/30 Agustus 2016, para mahasiswa dibersamai dosen pembimbing tiba di Yogyakarta. Pihak Brainybunch mengapresiasi program PPL Internasional tersebut. Banyak manfaat yang diraih kedua belah pihak dari program tersebut. Mereka berharap program tersebut dapat berlanjut di tahun mendatang.

2.Penarikan Mahasiswa PPL Internasional di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia

2. Penarikan Mahasiswa PPL Internasional di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia

Fatihatul Muthmainah sebagai peserta terbaik PPL di Brainybunch merasa bersyukur mengikuti PPL Internasional. Baginya kesempatan tersebut berguna untuk meningkatkan kemampuannya dan peserta lain dalam menguasai bahasa Inggris. Dia berharap ke depan lebih banyak lagi program yang ditawarkan prodi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan mendorong mereka berperan aktif di kancah internasional.

Ketua Prodi PAI, Dr. Junanah, MIS., merasa bersyukur dengan suksesnya PPL Internasional 2016. “Alhamdulillah, yang ditempati merasa senang dan berkenan dengan kehadiran mahasiswa. Mahasiswa merasa satu bulan adalah waktu yang singkat sehingga tahun depan bisa diperpanjang dengan digabung dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kalau UII mengizinkan,” harapnya.

Selama berada di Thailand, selain melakukan penarikan secara resmi peserta PPL, para dosen pembimbing PPL juga melakukan presentasi tentang Sinergi Akademik antara Fakultas Agama Islam Fatoni University (FTU) dengan PAI FIAI, Ahad-Senin, 25-26 Dzulqa’dah 1437 H/28-29 Agustus 2016. Dalam hal ini Dra. Sri Haningsih, M.Ag., memaparkan tentang Rumusan Capaian Pembelajaran berbasis KKNI sekaligus membingkai aktivitas program Memorandum of Agreement (MoA) FIAI dengan FAI FTU.

Selanjutnya, Drs. Ajen Wijdan SZ, MSI memaparkan tentang Pola Pengembangan Madrasah Empowering Center (MEC) dilanjutkan Siska Sulistyorini, S.Pd.I., M.Pd.I., presentasi tentang Learning Inovation Center (LIC) Prodi PAI FIAI. Terakhir Drs. Imam Mujiono, M.Ag., yang mendedahkan tentang materi Public Speaking.

Terkait dengan MoA antara FIAI dan FTU disepakati bahwa tahun 2017 akan dilaksanakan riset kolaboratif (joint research) dan pertukaran dosen (lecturers exchange). Dalam hal ini semua prodi di FIAI akan terlibat. Sementara terkait PPL Internasional di Thailand kedepannya akan dikoordinatori oleh Pusat ASEAN Bagian Indonesia (PUSAINA) FTU. Sebab PUSAINA sudah dipercaya dan diotorisasi oleh pemerintah untuk menangani program tersebut.

Diskusi Interdisipliner Parenting Education

Prof. Madya Sharifah Meriam Syed Akill dari Univercity Sains Islam Malaysia (USIM) beserta peserta Diskusi. (Mufti)

Eksisting keluarga muslim di era modern ini telah mengalami disfungsional karena terjadi perubahan prilaku sosial. Fungsi-fungsi tradisional secara domistik sebuah keluarga telah banyak diambil alih oleh lembaga public seperti pendidikan, transmisi nilai, sosialisasi diri anak dan bahkan kehidupan beragama pun lebih banyak diperoleh diluar rumah. Anak-anak sekarang lebih banyak dipengaruhi oleh luar dari pada orang tua sendiri. Di samping itu, banyaknya perceraian belakangan ini menambah runyamnya eksistensi sebuah keluarga. menariknya lagi tuntutan perceraian di atas banyak yang mncul dari pihak istri ketimbang pihak suami. Read more