Suasuana Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning and Instructional Technology

PAI Kembangkan Kompetensi Pedagogis Dosen Di Kaliurang

             IMG_4657

 

Penyusunan perangkat perkuliahan dan impelemtasinya yang ideal merupakan bagian terpenting dari perwujudan catur dharma di Universitas Islam Indonesia.  Sistem perkuliahan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lingkungan belajarnya akan menghasilkan output dan outcame yang cerdas secara individu dan sosial.

Ketika era modernisasi berlari cukup cepat, maka pada saat yang sama proses pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkannya menjadi bagian dari media pembelajarannya. Landasan inilah yang mendasari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning  and Instructional Technology.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas program hibah kompetisi program studi tahun anggaran 2016 yang diperoleh program studi Pendidikan Agama Islam. Tujuannya agar dosen dalam memberikan perkuliahan dapat menggunakan variasi gaya belajar dan pemanfaatan variasi media berbasis online, khususnya bagi dosen-dosen muda”.  Papar Drs. H. AF. Junaidi, M.Ag selaku person in charge (PIC) dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, Tanggal 19 November 2016 bertempat di Griya Persada Hotel and Resort Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sengaja memilih tempat di luar kampus untuk memberikan nuansa yang berbeda kepada peserta workshop.

Peserta berjumlah 25 orang dosen yang berasal dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Islam (HI), dan Ekonomi Islam (EKIS) yang ketiganya berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI).

Dekan FIAI, Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA secara khusus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi dosen dalam hal transformasi ilmu pengetahuan harus selaras dengan perkembangan zaman.

Kegiatan Workshop and Expert Clinic on Powerful Web 2.0 Tools for Blended Learning  and Instructional Technology ini menghadirkan pakar di bidang teknologi pembelajaran, Dr. Nurkhamimi Zainuddin (Deputy Director of Global Open Access Learnig-Immersive Technology and Quality Assurance (GOAL-ITQAN) Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai narasumber. Materi-materi yang disampaikannya juga cukup variatif, di antaranya  foreign language blended learning, sosial neetwotking tools and presentation tools, collaboration and communication tools, instructional content development tools, dan web-based blended learning platform.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi  dengan perubahan mindset berfikir yang lebih maju pula. Sistem perkuliahan di kelas tidak boleh lagi hanya mengandalkan sistem pembelajaran secara konvensional, namun harus mampu memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya dengan blanded learning”. Papar Dr. Nurkhamimi Zainuddin untuk memberikan stimulus awal kepada para peserta workshop.

Pelaksanaan workshop dilakukan dengan menggunakan integrasi tiga gaya belajar. Visual, audio, dan kinestetik. Jadi, peserta workshop tidak hanya dijamu dengan penampilan visualisasi dan penjelasan dari expert-nya saja, lebih dari itu mereka dimanjakan dengan praktik secara langsung. Karenanya, peserta di wajibkan membawa smartphone dan laptop, serta ruangan yang digunakan teraliri jaringan internet yang memadai.

Harapnnya, pasca kegiatan tersebut berlangsung dosen sebagai tenaga pendidik dapat mengembangkan kompetensi pedagogisnya. Bekal pengetahuan dan penguasaan mengenai gaya belajar, metode, dan media pembelajaran berbasis online web 2.0 dapat dijadikan pedoman untuk melakukan desain dan implementasi pembelajaran yang lebih variatif, dan efektif. Sehingga sistem perkuliahan yang dilakukan di kelas tidak lagi sekedar menggunakan sistem konvensional yang didominasi oleh media hardware, namun harus mampu berkembang dengan memanfaatkan sistem blanded learning dengan aneka software yang atraktif dan inovatif.

Dengan demikian, ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat pembelajaran dan waktu perkuliahan tidak hanya terbatas pada jumlah SKS yang ditentukan.

Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

Direktur PPM UII, Prof. Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pemateri dan Peserta Berfoto Bersama Usai Workshop Pemetaan Cluster Unggulan Penelitian PAI

 

Penelitian merupakan salah satu catur dharma Universitas Islam Indonesia. Oleh karenanya penelitian hukumnya wajib dilakukan oleh lembaga-lembaga dan program studi bawah naungan Universitas Islam Indonesia, terlebih bagi seorang dosen.

Berdasarkan evaluasi diri, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia teridentifikasi bahwa secara kuantitas hasil penelitian dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbilang cukup banyak. Hal ini mengindikasikan bahwa atmosfir penelitian di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam sudah terbangun dengan baik. Hanya saja, perlu rumusan roadmap dan rencana strategis penelitian yang relevan dengan pengembangan Pendidikan Agama Islam untuk dijadikan acuan bagi setiap pelaksanaan penelitian  di program studi Pendidikan Agama Islam.

Selasa, 18 Oktober 2016, bertempat di ruang microteaching Lt. 2 Gedung Wahid Hasyim, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam menyelenggarakan workshop pemetaan cluster unggulan penelitian program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Workshop ini bertujuan untuk menyusun dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Terlebih, karena Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mempunyai visi menjadi salah satu rujukan dan pusat pengembangan pendidikan Islam, penelitian, dan pengabdian di Asia Tenggara”. Kata Supriyanto Abdi mewakili Program Studi PAI.

“Tema penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus merambah ke ranah kehidupan umat Islam secara historis, empiris, dan kontesktual. Tidak hanya berhenti pada wilayah Islam normatif-tekstual. Tema-tema penelitian program studi Pendidikan Agama Islam  harus harus menjangkau realitas kehidupan yang sesungguhnya.

Oleh karenanya, pemetaan cluster penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Islam harus berdasarkan analisa secara induktif”. Papar Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku salah satu narasumber.

Sementara itu, nasrasumber lainnya, Prof.  Ahmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) memaparkan bahwa penyusunan rencana strategis atau roadmap penelitian Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan pemetaan disiplin keilmuan masing sumber daya manusia yang ada dan berbasis pada pendekatan kolaboratif antar dosen.

Harapan dari terselenggaranya workshop ini adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam mempunyai dokumen yang memuat roadmap dan rencana strategis mengenai arah, cluster, dan tema-tema unggulan penelitian di bidang Pendidikan Islam yang dijadikan rujukan proses penelitian.

Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Pemaparan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Dalam undang-undang disebutkan bahwa dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama yaitu untuk mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam hal penelitian, seorang dosen dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penulisan jurnal internasional. Hal ini untuk mendukung penilaian kualitas perguruan tinggi yang salah satu ukurannya adalah jumlah publikasi di jurnal internasional.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional dan juga dalam rangka meraih akreditasi internasional, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional.

Workshop berlangsung di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 07 Muharram 1438 H/08 Oktober 2016. Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal-jurnal internasional yang terindeks lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus serta ber-impact factor tinggi.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Untuk sesi pertama disampaikan oleh Hilman Latief, MA., Ph.D., seorang Ahli Filanthropy Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sesi kedua dilanjutkan dengan pemateri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Euis Nurlaelawati, Ph.D.

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 yang diikuti oleh dosen muda dari 3 prodi di lingkungan FIAI yakni Prodi PAI, Syari’ah (Hukum Islam), dan Ekonomi Islam. Dalam kesempatan tersebut Kang Hilman, panggilan akrab untuk pemateri pertama, menyampaikan beberapa poin penting terkait stategi untuk menembus jurnal internasional seperti Scopus, Google Scholar, Thomson, Reuters, Academia Edu, dan lain-lain.

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Peserta Berfoto dengan Narasumber Workshop Strategi Tembus Jurnal Internasional

Strategi peningkatan publikasi yang bisa dijalankan adalah dengan menentukan target tahun depan misalnya minimal 1 prodi 3 jurnal harus terbit. Selanjutnya tradisi peer review perlu dibangun dan tidak instan. Terakhir dosen diberi waktu penuh di waktu tertentu untuk fokus riset.

Sementara itu Euis Nurlaelawati, Ph.D., lebih menekankan pada cara penulisan jurnal internasional. Beliau memaparkan tentang persyaratan suatu kajian ilmiah yang meliputi penggunaan bahasa yang tepat (diksi), pemilihan masalah yang jelas, penggunaan teknik analisis data yang sesuai, dan pengambilan dasar karya-karya ilmiah yang sesuai untuk dijadikan sebagai rujukan.

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

PAI UII Sukses Adakan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) II

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Didampingi Burhan Nudin, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Sekretaris Prodi PAI, Drs. M. Hajar Dewantara Didampingi Burhan Nudin, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Sebanyak 122 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di beberapa sekolah/madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PPL dilakukan selama 2 bulan, terhitung mulai Senin, 27 Syawwal 1437 H/1 Agustus 2016-Jumat, 28 Dzulhijjah 1437 H/30 September 2016.

PPL II adalah bagian penting dari kurikulum Prodi PAI. Dengan PPL II tersebut mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang didapatkan di kelas (PPL I) dalam mengajar. Pelaksanaan PPL II diawali dengan pembekalan mahasiswa, penerjunan, penarikan, dan responsi serta pertanggungjawaban/laporan kegiatan PPL II oleh praktikan (peserta praktik) kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Secara spesifik, PPL II PAI bertujuan untuk mewujudkan terciptanya guru/tenaga kependidikan yang memiliki nilai dan sikap serta pengetahuan dan keterampilan sebagai tenaga professional kependidikan. Sementara itu, lokasi PPL II adalah sekolah/madrasah yang sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prodi PAI.

Dosen Prodi PAI, Siska Sulistiyorini, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

Dosen Prodi PAI, Siska Sulistiyorini, S.Pd.I., M.Pd.I.,Berfoto Bersama pada Penarikan Mahasiswa PPL II

 

Mahasiswa PPL II Prodi PAI UII resmi ditarik dari 12 Madrasah dan 1 Sekolah pada akhir September 2016. Kedua belas madrasah dan satu sekolah tersebut adalah: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Yogyakarta, MAN III Yogyakarta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) I Yogyakarta, MAN Maguwoharjo, MTsN Maguwoharjo, MAN Pakem, MTsN Pakem, MAN Tempel, MTsN Tempel, MTsN Babadan Baru, MTsN Sleman Kota, MTs Pandanaran, dan Sekolah Menengan Atas (SMA) UII.

Banyak mahasiswa yang bersyukur dan sangat senang mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang tidak didapatkan di kampus selama menjalani PPL II. “Mengajar nyata adalah saat bertemu dengan banyak siswa-siswi,” tuturnya. Dalam PPL ini diajarkan bagaimana seorang guru dapat mengkondisikan siswa dan suasana kelas.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Drs. Muzhofar Akhwan, M.A.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Drs. Muzhofar Akhwan, M.A.

 

Sebelum mengajar peserta PPL harus menyiapkan RPP (Rencana Persiapan Pembelajaran). Sebab dariperumusan tujuan pembelajaran, materi pokok pembelajaran, strategi, dan media pembelajaran itu sangatlah penting dalam proses mengajar. Dengan pola tersebut materi dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam proses PPL II tersebut, selain mengajar mahasiswa juga dilibatkan dalam praktik persekolahan seperti di Perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kegiatan ekstrakulikuler, bimbingan konseling, kegiatan HUT RI, dan Lomba Sekolah Sehat. Rasa haru, sedih, senang menjadi satu pada saat penarikan PPL. Kedekatan para guru karyawan dan siswa-siswa menjadikan mahasiswa berat meninggalkan sekolah. Warga sekolah selalu menyambut mahasiswa PPL dengan hangat dan memberi bimbingan/pengarahan untuk menjadi guru yang professional.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag. dan Supriyanto Abdi, S.Ag., M.C.E.A.

Foto Bersama Penarikan Mahasiswa PPL II Bersama Dosen Prodi PAI, Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag. dan Supriyanto Abdi, S.Ag., M.C.E.A.

 

Pihak Madrasah/Sekolah Mitra juga sangat mengapresiasi mahasiswa yang membantu meringankan beban disekolah, terutama dalam administrasi dan IT. Pihak sekolah berharap kerjasama berlanjut. Tidak hanya PPL melainkan kerjasama di bidang lain.

Lebih lanjut, beberapa sekolah menginginkan adanya berbagai macam kegiatan training atau workshop tentang bagaimana meningkatkan manajemen dan pengembangan madrasah yang selama ini dirasa kurang optimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi. Hal tersebut tentu menjadi masukan penting untuk pola kerjasama selanjutnya.

Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., bersama Dekan Kulliyyatul Adab Universitas Canal Swes Ismailiyyah, Mesir.

Dosen PAI Raih Beasiswa Shortcourse di Mesir

Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., adalah Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang tahun ini mendapatkan beasiswa (scholarship/minhah diraasiyyah) untuk shortcourse selama 3 bulan di Kairo, Mesir. Beasiswa diraih dari M. Amin Rais Foundation & Budi Mulia Dua.

2.Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Seusai Sholat Idul Adha Selama Mengikuti Shortcourse di Mesir

2. Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Seusai Sholat Idul Adha Selama Mengikuti Shortcourse di Mesir

Sebagaimana visa yang diperoleh dari pemerintah Mesir, Supriyano Pasir akan tinggal di Mesir mulai 04 Sya’ban/09 Juni-05 Dzulhijjah 1437 H/07 September 2016 atau kurang lebih 3 bulan. Selama di Mesir ia belajar agama dengan Syaikh al-Azhar, al-Ustadz Dr. Ahmad Abdul Aziz tentang hadhaarah Islaamiah (peradaban Islam). “(Selain itu dengan) al-Ustadz Dr. Rif’at Fauzi Abdil Muthallib tentang Hadits dan Ulumul Hadits,” tutur Pengasuh Pesantren Tahtas Sama’ tersebut.

Disamping itu, ia mendalami Bahasa Arab dan tsaqaafah (budaya) Mesir di Markaz Neil yang terletak di Hayy Sabi’, Madinah Nasr, Cairo. Disamping mengikuti shortcourse, ia juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu. “Alhamdulillah saya diminta mengajar mahasiswa Malaysia alumni Darul Qur’an. Mengajar mereka Ulumul Hadits di Syubro, Cairo,” tutur doktor yang akrab disapa Ustadz Pasir tersebut.

3.Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Mengunjungi Lokasi Bersejarah di Sela-sela Mengikuti Shortcourse di Kairo, Mesir

3. Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., Mengunjungi Lokasi Bersejarah di Sela-sela Mengikuti Shortcourse di Kairo, Mesir

Setelah tinggal selama 2 bulan di Mesir, Ustadz Pasir merasa bahwa sebenarnya kajian keislaman di UII tidak kalah bagus. Namun perlu keterlibatan lebih banyak dosen UII. “Seperti di Universitas al-Azhar, yang memegang kajian di sana adalah dosen al-Azhar,” tutur Pengajar Geriatric Club Budi Mulya Dua tersebut. Dengan demikian, manhaj (pijakan) Islam UII yang moderat dapat disimpulkan melalui aktivitas ilmiah para dosennya.

1. Beberapa Dosen Prodi PAI Saat Penarikan Mahasiswa PPL Internasional Sekaligus Presentasi di FTU, Thailand

PAI FIAI Sukses Jalankan PPL Internasional

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Malaysia dan Thailand sudah kembali ke Indonesia. Berbagai cerita menarik dan pengalaman akademik yang tidak terlupakan bagi mahasiswa menjadi bagian penting dari proses PPL tersebut.

Sebelumnya, di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 25 Syawwal 1437 H/30 Juli 2016, Wakil Rektor I UII Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., melepas secara resmi keberangkatan mahasiswa. Sebanyak 4 (empat) mahasiswa melaksanakan PPL di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia. Mereka terdiri dari Andri Setiawan, Fatihatul Muthmainah, Ulufi Khasanah, dan Nisa Havidza.

Sementara itu 11 (sebelas) mahasiswa lain diberangkatkan ke daerah Pattani, Thailand untuk mengajar di lembaga-lembaga/sekolah-sekolah yang ada di sana. Mereka terdiri dari; Andi Mustafa H, Nur Azizah, Anas Ahmad Rahman, Hermansyah, Rico Setya Priatama, Wahyuddin Luthfi, Sarah Sabilah, Kurnia Alifiani, Dwi Nur Rachmawati, dan Siti Nur Chanifah.

Setelah melakukan PPL selama kurang lebih 1 bulan, Selasa, 27 Dzulqa’dah 1437 H/30 Agustus 2016, para mahasiswa dibersamai dosen pembimbing tiba di Yogyakarta. Pihak Brainybunch mengapresiasi program PPL Internasional tersebut. Banyak manfaat yang diraih kedua belah pihak dari program tersebut. Mereka berharap program tersebut dapat berlanjut di tahun mendatang.

2.Penarikan Mahasiswa PPL Internasional di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia

2. Penarikan Mahasiswa PPL Internasional di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia

Fatihatul Muthmainah sebagai peserta terbaik PPL di Brainybunch merasa bersyukur mengikuti PPL Internasional. Baginya kesempatan tersebut berguna untuk meningkatkan kemampuannya dan peserta lain dalam menguasai bahasa Inggris. Dia berharap ke depan lebih banyak lagi program yang ditawarkan prodi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan mendorong mereka berperan aktif di kancah internasional.

Ketua Prodi PAI, Dr. Junanah, MIS., merasa bersyukur dengan suksesnya PPL Internasional 2016. “Alhamdulillah, yang ditempati merasa senang dan berkenan dengan kehadiran mahasiswa. Mahasiswa merasa satu bulan adalah waktu yang singkat sehingga tahun depan bisa diperpanjang dengan digabung dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kalau UII mengizinkan,” harapnya.

Selama berada di Thailand, selain melakukan penarikan secara resmi peserta PPL, para dosen pembimbing PPL juga melakukan presentasi tentang Sinergi Akademik antara Fakultas Agama Islam Fatoni University (FTU) dengan PAI FIAI, Ahad-Senin, 25-26 Dzulqa’dah 1437 H/28-29 Agustus 2016. Dalam hal ini Dra. Sri Haningsih, M.Ag., memaparkan tentang Rumusan Capaian Pembelajaran berbasis KKNI sekaligus membingkai aktivitas program Memorandum of Agreement (MoA) FIAI dengan FAI FTU.

Selanjutnya, Drs. Ajen Wijdan SZ, MSI memaparkan tentang Pola Pengembangan Madrasah Empowering Center (MEC) dilanjutkan Siska Sulistyorini, S.Pd.I., M.Pd.I., presentasi tentang Learning Inovation Center (LIC) Prodi PAI FIAI. Terakhir Drs. Imam Mujiono, M.Ag., yang mendedahkan tentang materi Public Speaking.

Terkait dengan MoA antara FIAI dan FTU disepakati bahwa tahun 2017 akan dilaksanakan riset kolaboratif (joint research) dan pertukaran dosen (lecturers exchange). Dalam hal ini semua prodi di FIAI akan terlibat. Sementara terkait PPL Internasional di Thailand kedepannya akan dikoordinatori oleh Pusat ASEAN Bagian Indonesia (PUSAINA) FTU. Sebab PUSAINA sudah dipercaya dan diotorisasi oleh pemerintah untuk menangani program tersebut.

1. Foto bersama Pemateri dan Peserta Diskusi Education Parenting

Diskusi Interdisipliner Parenting Education

Eksisting keluarga muslim di era modern ini telah mengalami disfungsional karena terjadi perubahan prilaku sosial. Fungsi-fungsi tradisional secara domistik sebuah keluarga telah banyak diambil alih oleh lembaga public seperti pendidikan, transmisi nilai, sosialisasi diri anak dan bahkan kehidupan beragama pun lebih banyak diperoleh diluar rumah. Anak-anak sekarang lebih banyak dipengaruhi oleh luar dari pada orang tua sendiri. Di samping itu, banyaknya perceraian belakangan ini menambah runyamnya eksistensi sebuah keluarga. menariknya lagi tuntutan perceraian di atas banyak yang mncul dari pihak istri ketimbang pihak suami.

Dalam hal tersebut Program Studi Pendidikan Agama Islam FIAI UII mengadakan Diskusi Interdisipliner dengan tema “Parenting Education” yang telah diselenggarakan pada hari Jum’at, 20 Mei 2016. Diskusi kali ini, diisi oleh Prof. Madya Sharifah Meriam Syed Akill dari Univercity Sains Islam Malaysia (USIM) yang mahir dalam bidang bimbingan konseling dan Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si (dosen PAI FIAI). Dalam acara ini kami mengundang seluruh dosen PAI, perwakilan dari dosen Ekonomi Islam dan Hukum Islam, Kaprodi pendidikan se-UII serta beberapa perwakilan dari mahasiswa PAI.

Prof. Sharifah memberikan materi tentang bagaimana membangun rumah tangga yang baik dan bisa mendidikan anak dengan baik. Beliau mengatakan “BANGUNKANLAH ANAK-ANAKMU SUPAYA DIA BOLEH HIDUP DALAM APA JUA ZAMAN YANG BERLAINAN SEKALI DARI ZAMANMU” yang artinya didiklah anakmu sejak dini agar menjadi anak yang berkarakter , maka peran orang tua dalam keluarga sangatlah penting. Salah satunya menjaga anak dari pengaruh media agar tidak mudah terpengaruh ke hal-hal yang negatif. Anak perlu mendapatkan pendidikan yang tepat. Orang tua harus apat menangani arus perubahan mendidik anak, dan memberi arahan anak untuk berakhlak karimah. Orangtua juga harus menjadi tauladan yang baik untuk anak-anaknya. Peran orang tua untuk membantu anak memupuk bakat dan minatnya serta mendalami pendidikan agama.

Di sisi lain, realita dalam kehidupan membangun rumah tangga tidak semudah yang dibayangkan.Sebagai unit sosial terkecil, unit keluarga akan selalu mengalami perubahan sosial, seiring perubahan dalam masyarakat. Seperti yang dijelaskan oleh Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si, banyak timbul masalah yang ada dalam kenyataan di kehidupan. Banyak terjadi perceraian dalam keluarga karena faktor ekonomi. Pada zaman modern ini terjadi perubahan peran ibu yang menjadi pencari nafkah keluarga. Dari situlah banyak timbul masalah dan perceraian serta kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu banyak juga kasus terjadinya pernikahan dini yang belum terselesaikan.

Kegiatan diskusi ini sangat berjalan dengan lancar, para peserta berantusias untuk tanya jawab. Banyak ilmu yang dapat diambil dan semoga setelah diskusi ini dapat membangun rumah tangga yang harmonis.

1. Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

Dosen FIAI UII Presentasi di Internasional Conference Abu Dhabi University

Seorang akademisi dituntut untuk berkontribusi menyumbangkan pemikirannya bagi problem kemanusiaan. Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana kemudian akademisi menyikapi mereka yang memiliki kebutuhan khusus (difabel) dalam konteks pendidikan. Berkenaan dengan itu, enam (6) dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) presentasi paper di Abu Dhabi University, Uni Emirat Arab (UEA).

Mereka hadir di The International Conference on Inclusive Education: Education for Diversity. Acara berlangsung di Abu Dhabi University (Jaami’ah Abuu Dhabbiy), Abu Dhabi UEA, Selasa-Kamis 06-08 Jumadil Akhir 1437 H/15-17 Maret 2016. Salah satu presenter yaitu Dra. Sri Haningsih, M.Ag., yang mempresentasikan tentang Professional Akhmad Sholeh Dedication for Inclusive Education Development. Achmad Sholeh adalah seorang difabel alumnus FIAI UII yang sudah menjadi doktor.

Presenter lain Drs. AF Djunaidi, M.Ag., mempresentasikan tentang Resolving Mental Problems Faced by Difable Students in Inclusive Cummunity. Selanjutnya, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, MSI., presentasi tentang Volunteerism towards Successful Inclusive Education. Lalu, Lukman, S.Ag., M.Pd., presentasi tentang Resolving Learning Material Problems for Difable with Research and Development in Education.

1.Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

1. Foto Bersama Presenters dari FIAI UII di Venue International Conference di Abu Dhabi University

Selain itu, Siska Sulistyorini, S.Pd.I., MSI., presentasi tentang Inclusive Language Class Practice at State IslamicUniversity Sunan Kalijaga Yogyakarta. Terkahir yaitu Anisah Budiwati, SHI., MSI., presentasi tentang Developing Inclusive Campus at Yogyakarta. “Semua lini (peserta dan pembicara konferensi) mendukung pendidikan inklusi. Hal ini sesuai dengan konten Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin,” ujar Sri Haningsih dalam acara yang didukung oleh The Minister of Higher Education and Scientific Research UEA tersebut.

Harapannya, ke depan UII yang berbasiskan Islam dapat berkontribusi dalam konteks pendidikan inklusi. Dalam rangka mendukung hal ini, para presenter akan diseminasi hasil konferensi di Badan Pengembangan Akademik (BPA) UII. “Paper yang kami tulis juga sangat komfrehensif dan saling melengkapi. Lebih dari itu pendidikan inklusi di UII akan diintegrasikan dengan Learning Innovation Center (LIC) Pendidikan Agama Islam (PAI) FIAI,” lanjutnya.

Keberangkatan para presenter dari FIAI UII ke Abu Dhabi sepenuhnya disponsori oleh UII. “Bagi saya (dosen baru) merasa sangat terfasilitasi. Sebab UII bisa membantu dosen-dosennya untuk berkarya go internasional,” ujar Anisah Budiwati. “Semoga bisa memberi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk ber-fastabiqul khairaat. Konferensi ini membuka cakrawala pengetahuan dosen untuk berpikir global tetapi tetap tidak meninggalkan local genius,” lanjutnya.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi PKM pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Workshop Soft Skill Mahasiswa Prodi PAI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan workshop soft skill untuk mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 di GKU Prod. dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Workshop bagi mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 ini mengangkat tema “Membangun Kreativitas Melalui PKM”.

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Ketua Program Studi PAI, Dr. Junanah, M.I.S., Memberikan Sambutan pada Workshop Soft Skill Mahasiswa

Workshop ini dilaksanakan mengingat penelitian dan penulisan karya ilmiyah merupakan salah satu diantara sekian banyak skill yang harus dimilki mahasiswa untuk bersaing dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan oleh Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi merupakan salah satu wahana aktualisasi soft skill mahasiswa dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, gagasan, dan juga penulisa ilmiah. Oleh karena itu, PKM menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional sehingga pengembangan soft skill mahasiswa layak terus dilakukan.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Prof. Ahmad Fauzy, Ph.D. Memberikan Materi pada Workshop Soft Skill Mahasiswa Didampingi Moderator, Drs. A.F. Djunaidi, M.A.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UII, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D, hadir sebagai pemateri kegiatan ini. Dalam pemaparan materi yang dimoderatori dosen Prodi PAI, Drs. A.F. Djunaidi, M.Ag., Direktur PPM UII menjelaskan skema pendanaan PKM yang saat ini mencakup bidang PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM-AI (Artikel Ilmiah), dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Untuk periode saat ini, dua program terakhir, yaitu PKM-AI dan PKM-GT saat ini Direktorat Kemahasiswaan memfasilitasi proses pengumpulan dan pengiriman dokumen secara online.

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Pengenalan Dosen Pembimbing Ademik (DPA) kepada Mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015

Selain workshop soft skill, kegiatan juga diikuti dengan pengenalan dosen pembimbing ademik (DPA) kepada mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Rangkaian kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan proposal PKM oleh mahasiswa yang penulisannya dibimbing oleh dosen Prodi Pendidikan Agama Islam yang menjadi DPA mahasiswa.

Munif Chatib Menyampaikan Materi di Hadapan Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar seminar nasional “Bahagia Menjadi Gurunya Manusia” pada Selasa, 12 Januari 2016. Seminar nasional ini dilaksanakan di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir berkat kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI).

Munif Chatib Memberikan Penjelasan kepada Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Munif Chatib Memberikan Penjelasan kepada Peserta Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia menghadirkan Munif Chatib sebagai salah satu narasumber. Munif Chatib merupakan penulis sejumlah buku best seller seperti Gurunya Manusia, Sekolahnya Manusia, dan Orangtuanya Manusia. Ia juga adalah pendiri dan pimpinan SMA School of Human (SOH). Kehadirannya dalam seminar ini berhasil menyedot perhatian peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, dan pegiat pendidikan di Yogyakarta.

Munif Chatib menyampaikan materi mengenai langkah-langkah mendidik yang mengedepankan nilai memanusiakan manusia. Menurutnya terdapat sejumlah hal yang harus dibuka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal, diantaranya bintang atau inspirasi bagi semangat anak didik. Konsep bintang ini menjadi renungan bagi peserta tetapi juga motivasi untuk lebih serius mengaktualisasikan nilai memanusiakan manusia dalam proses pendidikan yang diberikan kepada siswa. Tanpa pemahaman bahwa bahwa setiap anak adalah bintang maka pendidik akan kesulitan mengembangkan potensi siswa.

Munif Chatib dan Agus Inspirator Menerima Cindera Mata Usai Tampil Sebagai Narasumber Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Munif Chatib dan Agus Inspirator Menerima Cindera Mata Usai Tampil Sebagai Narasumber Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia

Narasumber lainnya dalam Seminar Nasional Bahagia Menjadi Gurunya Manusia adalah Agus Inspirator. Alumni Fakultas Tarbiyah UII, saat ini Prodi PAI FIAI UII, ini merupakan guru Sekolah Luar Biasa yang juga motivator tunanetra. Agus  pernah mendapatkan beasiswa leadership camp di Osaka, Jepang dan berhasil membawa band asuhannya mendapatkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) sebagai band tunanetra termuda di Indonesia.